BERBAGI
BRT Semarang
BRT Semarang

“Kalau tidak berkembang, ya kita tarik kembali bantuan busnya,”

Serat.id – Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi, mengancam akan menarik bus bantuan di daerah. Ancaman itu akan dilakukan jika pemerintah daerah tak mampu mengembangkan bus bantuan sesuai manfaatnya sebagai transportasi massal.

“Ada beberapa kota yang konsisten, kita support terus. Kalau tidak berkembang, ya kita tarik kembali bantuan busnya,” kata Budi Setiyadi, saat Peluncuran program converter gas BRT Trans Semarang, Rabu, 9 Januari 2019.

Tercatat Kementerian Perhubungan berupaya mendorong pengembangan moda transportasi di berbagai wilayah di Indonesia, di antaranya di  Kota Semarang, Pekanbaru, Palembang, Riau, Batam, Bandung, dan Padang.

Sedangkan Pemerintah Kota Semarang dan Kota Toyama Jepang merealisasikan kerjasama konversi bahan bakar solar ke gas untuk Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang. Saat ini sudah ada 72 bus yang menggunakan bahan bakar gas.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Ganjar Pranowo, menyatakan siap berkomitmen mengembangkan transportasi  yang lebih baik di Jawa Tengah. Salah satunya dengan reaktivasi rel KA, agar antar daerah dapat terkoneksi lebih lancar.

“Selain itu, mewujudkan transportasi yang baik, nyaman, aman, dengan tarif yang terjangkau masyarakat harus dilakukan,” kata Ganjar Pranowo.

Menurut Ganjar kerja sama dengan berbagai pihak harus lebih menukik dengan hasil kerja yang konkret. “Seperti Kota Semarang ini,” kata Ganjar menambahkan.

Ganjar menyebutkan pola pengembangan transportasi juga diimbangi dengan evaluasi cara berpikir masyarakat yang  masih melihat secara subyektif pemakaian kendaraan pribadi.  Transportasi yang baik itu menurut Ganjar, harus didukung alat yang memadai.

Termasuk masalah konversi ada banyak yang bisa diperbaiki sistemnya.  (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here