BERBAGI
Bupati nonaktif Purbalingga, Tasdi, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Semarang 16 Januari 2018. Anindya Putri

Jaksa juga mengungkap gratifikasi yang diterima Tasdi ditujukan untuk kepentingan politik  dalam rangka kemenangan Paslon Gubernur Jateng Ganjar Pranowo – Tak Yasin.

Serat.id-Bupati nonaktif Purbalingga, Tasdi, dituntut hukuman pidana penjara selama 8 tahun  dan dicabut hak politiknya. Ganjaran tersebut harus diterimanya terkait kasus suap dan penerimaan gratifikasi selama menjabat sebagai bupati.

” Menuntut terdakwa dengan hukuman pidana 8 tahun penjara dan denda Rp 300 juta setara 3 bulan penjara, serta dicabut hak politiknya selama lima tahun terhitung sejak masa hukumannya berakhir,” ujar Jaksa Penuntut Umum, Kresno Anto Wibowo, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Semarang 16 Januari 2018.

Jaksa menyatakan Tasdi telah terbukti dalam dua pasal sekaligus yakni pada 12 huruf b UU nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dan diganti menjadi UU Nomor 20 tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi dan pasal 11 UU yang sama.

Menurut Kresno, Tasdi diyakini menerima uang suap sebesar Rp 115 Juta dari yang dijanjikan sebesar Rp 500 Juta. “Uang tersebut berasal dari pengusaha Libra Nababan dalam proyek pembangunan Islami Center tahap 2 dengan besar dana Rp 22 miliar,” kata Kresno menambahkan.

Tak hanya itu, Tasdi juga menerima suap dari berbagai pihak baik dari pengusaha yang ingin mendapatkan proyek di Purbalingga maupun bawahan terdakwa di Pemkab Purbalingga.  Suap diberikan secara langsung dan tidak langsung, misalnya saat terdakwa meminta kepada pengusaha untuk acara wayangan.

Jaksa juga mengungkap gratifikasi yang diterima Tasdi ditujukan untuk kepentingan politik  dalam rangka kemenangan Paslon Gubernur Jateng Ganjar Pranowo – Tak Yasin.  Tercatat total gratifikasi yang Ia terima mencapai Rp 1,4  miliar dan 20 ribu dolar Amerika Serikat. 

Terkait penerimaan gratifikasi tersebut semua bentuk pemberian kepada pejabat negara seharusnya dilaporkan kepada KPK. Namun terdakwa tidak pernah melaporkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

” Terdakwa tidak melaporkan pemberian gratifikasi yang Ia terima , itu merupakan suatu bentuk kesengajaan,” katanya.

Atas tindakan korupsi yang dilakukan tersebut Tasdi dituntut dengan hukuman yang telah tentukan oleh Jaksa, dan majelis hakim memberikan kesempatan pembelaan pada Minggu depan 23 Januari mendatang. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here