BERBAGI
Ilustrasi Ipad, pixabay.com

Tidak sedikit pendidik memberikan kelonggaran siswa menyalahgunakan peraturan membawa hanphone

Serat.id – Sebuah video viral berisi rekaman siswa membanting smartphone di media sosial, belum lama ini membuat Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo prihatin. Meski tidak sedikit pendidik yang melarang siswanya membawa ponsel ke sekolah dan sebagian memberikan kelonggaran siswa menyalahgunakan peraturan tersebut.

“Bedakan era transparansi dan terbuka. Saya minta kumpulkan HP siswa saat masuk jam pelajaran,” kata Ganjar Pranowo, saat saat Rembug PPDB Online SMA/SMK Negeri Provinsi Jateng T.A 2019-2020 di Wisma Perdamaian, Rabu 16 Januari 2019, siang tadi.

Ia menilai banyaknya siswa yang tertangkap basah bermain smartphone saat jam pelajaran  membuat para guru merasa terganggu karena kegiatan belajar mengajar menjadi terhambat. Ganjar

meminta kepada sekolah membuat aturan agar siswa tidak membawa HP ke dalam kelas atau saat proses belajar mengajar.

Selain itu, kemudahan tehknologi berbasis telepon pintar menjadikan peristiwa negatif sekolah begitu mudah viral di sosial media yang belum tentu benar kebenarannya. “Misalnya, guru memberi pelajaran kepada siswa tentang gerakan pencak silat. Tetapi yang viral atau tersebar, justru guru menganiaya siswa. Tolong, berikan informasi yang benar,” kata Ganjar  menambahkan.

Hasil pengamatannya  banyak situasi belajar mengajar yang direkam kemudian efeknya lebih ke arah mudharat. Sehingga, Ganjar meminta sekolah-sekolah maupun  Dinas Pendidikan membuat pengaturan tentang penggunaan HP di lingkungan pendidikan. “Saya minta dibuat pengaturan, kalau bisa HP itu tidak masuk kelas,” kata Ganjar menegaskan.

Ketua Forum Osis Jawa Tengah, M Farazandi AU yang juga siswa kelas 11 MAN Kota Tegal menyatakan penggunaan HP tergantung siswa dan guru. Karena ada beberapa guru mata pelajaran memanfaatkan HP untuk mendukung belajar mengajar.

“Tapi memang ada siswa yang justru iseng untuk bermain,” kata Farazandi.

Menurut dia, saat pelajaran Bahasa Inggris misalnya, murid diminta menonton video berbahasa Inggris. “Kemudian diterjemahkan dengan Google Translate, itu salah satu pemanfaatan HP dalam proses belajar mengajar di kelas,” kata Farazandi menjelakan. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here