BERBAGI

Serat.id– Organisasi Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa menggelar Pencak Dor di Lapangan Olahraga Mangkang, Kecamatan Tugu, Semarang, Minggu, 27 Januari 2019. Tepatnya di lapangan samping kantor kelurahan Mangkang Kulon, pinggir jalan Walisongo km 15 di jalur Semarang-Kendal/Jakarta.

Perhelatan yang didukung anggota Gerakan Aksi Silat Muslimin Indonesia (GASMI) ini merupakan yang pertama di Kota Semarang.

Pecak Dor Pagar Nusa Gasmi Kota Semarang

Ketua PSNU Pagar Nusa Kota Semarang Lukman Muhajir mengatakan, Pencak Dor untuk memeriahkan Hari Lahir Pagar Nusa yang ke-33 tahun 2019. Kegiatan itu merupakan usulan dari anggotanya untuk memasyarakatkan pencak silat.

“Olahraga bela diri asli Indonesia ini harus menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Jangan sampai kalah populer dengan bela diri impor,” katanya di kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Seamarang, di Jl. Puspogiwang I/47 Semarang Barat.

Lukman menjelaskan, Pencak Dor adalah ajang adu kemampuan pencak antar pesilat yang bersifat budaya. Di pertandingan resmi IPSI, pesilat harus memakai alat pelindung tubuh (body protector) lengkap. Waktunya juga diatur ketat maksimal tiga menit kali tiga babak.

Larangannya juga banyak. Dilarang memukul kepala, dilarang menendang kemaluan, dilarang menarik baju, dan sebagainya.

“Di Pencak Dor, semua dibolehkan. Tanpa body protector, dan tidak dibatasi waktu. Asal pesilat masih mampu melawan, pertarungan dilanjutkan,” katanya.

Sementara itu, Wasit hanya memisah bila terjadi pergulatan lama, atau ada suasana emosional. Duel dihentikan apabila pesilat sudah menyerah, atau ada yang tampak kelelahan atau terluka.

Arena tarung berupa panggung setinggi kepala orang dewasa berukuran 4×5 meter dengan lantai kayu yang dilambari karpet. Panggung dibatasi dengan ring bambu. Sementara untuk meminamilisir potensi luka, panitia melambari lantai dengan matras standar IPSI.

“Prinsip Pencak Dor adalah, resiko ditanggung sendiri. Tidak boleh emosi, dan tidak boleh ada dendam. Di atas panggung lawan, di bawah kawan. Panggung kami tambahi matras untuk mengurangi resiko akibat bantingan,” ujar Lukman

Ketua Panitia Pencak Dor Kota Semarang Sulistya mengatakan, animo pesilat Semarang sangat besar. Meski demikian pihaknya membatasi maksimal 100 peserta.

“Rupanya even yang pertama ada ini sudah viral di media sosial. Pendaftarannya membludak sebelum kami selesai membuat panggung,” kata dia.

Sulis berharap kegiatan ini bisa diselenggarakan tiap tahun. Dan di even berikutnya bisa menerima peserta lebih banyak dan terbuka untuk pesilat dari perguruan manapun.

Pengasuh Ponpes Azzuhri Ketileng Gus Lukman Hakim dan Syuriyah PWNU Jawa Tengah Kyai Ahmad Hadlor Ihsan, dijadwalkan mengisi mauidhoh hasanah. Walikota Semarang Hendrar Prihadi dan Ketua Dewan Khos Pagar Nusa Kota Semarang Abah Hendro Syufaat dijadwalkan memberikan sambutan dan membuka acara.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here