BERBAGI

Serat.id– Banjir yang terjadi di Batang menghambat perjalanan sejumlah kereta api jurusan Semarang-Tegal-Jakarta, Minggu, 27 Januari 2019. Banjir tersebut terjadi di antara Stasiun Batang-Ujungnegoro km 76+1/8. Sementara longsor terjadi di antara Stasiun Kuripan-Plabuhan, tepatnya di km 54+3/4.

Jalur kereta api antara stasiun Batang-Ujungnegoro terendam banjir. (istimewa)

Berdasarkan keterangan tertulis PT KAI yang diterima Serat.id, banjir tersebut diketahui oleh masinis kp/2722B (semen) pada pukul 23.42 WIB. Titik tersebut selanjutnya dijaga petugas jalan rel dan jembatan (jj) untuk memantau perkembangan.

Sekitar pukul 00.20 WIB, petak jalan Batang -Ujungnegoro km 76+0/4 dan km 76+1/8 jalur hulu (arah surabaya) dinyatakan tidak bisa dilewati untuk operasional kereta api.

“Dikarenakan jalur KA teremdam air sedalam 50 cm di atas kop rel dan jam 02.28 jalur hilir ada gogosan km 76+2/4 (4 titik panjang ± 4 m),” kata Direktur Operasional PT KAI (PERSERO), Slamet Suseno.

Slamet mengatakan, kondisi tersebut mengganggu perjalanan kereta yang melintas dari barat maupun dari arah timur. Ia menyebutkan, kereta api dari yang terganggu, yaitu Ka 48 (Sembrani) yang berhenti di stasiun Batang berjalan jalur kiri Batang-Ujungnegoro. Ka 132 (Parcel) berhenti di Stasiun Batang terlambat 217 menit.

Ka 11844 (Petikemas) berhenti Stasiun Pekalongan terlambat 308 menit. Ka 150 (Menoreh) berhenti di stasiun Pekalongan terlambat 175 menit. Ka 4 (Ab Angrek) berhenti di Stasiun Pekalongan terlambat 186 menit dan Ka 74 (Harina) yang berada di stasiun Tegal terlambat 128 menit.

Adapun kereta api yang dari timur yaitu Ka 131 (Parcel) berhenti di Stasiun Kuripan terlambat 153 menit. Ka 177 (Kertajaya) di Stasiun Weleri terlambat 151 menit. Ka 171 (Matarmaja) di Stasiun Kalibodri terlambat 120 menit. Kp/12393 (kirim rangkaian) di Stasiun Kalibodri lambat 138 menit. Ka 141 (Majapahit) di Stasiun Semarang Tawang terlambat 70 menit.

Slamet mengatakan, sehubungan dengan banjir tersebut, operasional perjalanan kereta api rencananya dialihkan rutenya dengan “jalan memutar” melalui Tegal, Purwokerto, Jogya, Solo, Kedungjati, Brumbung, Semarang dan sebaliknya.

Slamet menyatakan, kondisi jalur kereta yang terendam banjir semakin membaik. Sekitar pukul 04.39 WIB, ketinggian air di jalur hulu dan hilir surut menjadi 5 cm di atas kop rel. Meski demikian, di titik lain justru terjadi longsor. Tepatnya, di km 54+3/4 petak jalan Kuripan-Plabuan. Pada pukul 03.30 WIB, tanah longsor menutupi jalur Ka sepanjang 20 m dengan lebar 5 m dan tinggi 1,5 m.

“Prediksi penyelesaian 4 jam,” kata Slamet.

Menurut Slamet, kereta api lintas Semarang-Tegal bisa tetap beroperasi. Hanya saja pada petak jalan antara Stasiun Ujungnegoro-Batang dan Stasiun Kuripan-Plabuhan menggunakan satu jalur saja. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here