BERBAGI

Serat.id– Sejumlah elemen masyarakat sipil yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Sipil untuk Tata Ruang dan Pembangunan memberikan beberapa tuntutan bagi Panitia Khusus (Pansus) yang saat ini menggodok Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Jawa Tengah untuk 5 tahun ke depan. Mereka menuntut agar penyusunan RPJMD benar-benar inklusif, adil dan berkelanjutan.

Ilustrasi demonstrasi. (Pixabay.com)

Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Semarang, Zainal Arifin menyampaikan, berdasarkan temuan aliansi masyarakat sipil, draft RPJMD saat ini belum menjawab sejumlah persoalan utama yang harus menjadi prioritas pemerintahan ke depan. Maka dari itu mereka mendorong agar pansus lebih menggodok terkait isu Lingkungan Hidup, Program Sektor SDA perhutani sosial, Tata kelola layanan publik, program anak dan penyandang disabiliitas.

“Saat ini RPJMD sedang digodok dan prosesnya sudah sampai di Pansus, kami ingin mendorong pansus terkait isu Lingkungan Hidup, Program Sektor SDA perhutani sosial, Tata kelola layanan publik , Program anak dan penyandang disabiliitas,” kata Zainal, Kamis, 31 Januari 2019.

Zainal menyebut isu lingkungan hidup yakni soal pertambangan di pegunungan Kendeng masih menjadi fokus utama. Ia menilai masih ada ketidaksesuaian antara RPJMD Provinsi Jawa Tengah dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) di mana pegunungan Kendeng masih terus dieksploitasi. Hal tiu telah memberikan dampak buruk terhadap lingkungan di sekitar Kendeng seperti tanah longsor dan banjir saat musim hujan.

“RPJMD saat ini masih bias dan berorientasi di pertambangan masih menempatkan pegunungan Kendeng sebagai tambang karena tidak relevan dengan kajian lingkungan hidup tidak strategis (KLHD) yang dihasilkan KSP dan di kementrian,” jelasnya.

Ketua Pansus DPRD Jawa Tengah, Abdul Aziz menanggapi beberapa pokok pikiran yang telah disampaikan aliansi masyarakat Jawa Tengah terkait dengan RPMJD Provinsi Jateng untuk lima tahun mendatang terhitung 2018-2023.

“Kami terimakasih sudah dikasih masukan dari temen2 LSM yang selama ini aktif Menyoroti persoalan pembangunan di Jateng poin lingkungan hidup kembali menjadi tracking mereka kami pertimbangkan dan akan kami serius perhatikan,” katanya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here