BERBAGI
Facebook. Nurhadi-Aldo

Naluri gaul ia alami saat muda ketika intercome berbasis kabel yang dirakit hasil modifikasi radio bekas

Serat.id – Jauh sebelum ada aplikasi internet yang menghebohkan namnya, Nurhadi tercatat suka memanfaatkan tehknologi komunikasi, mulai dari intercome berbasis kabel, radio komunitas FM berbasis frekwensi dan handy talky yang tergabung dalam Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI).

Hingga kini media facebook yang mengantarkan dia yang identik dengan Shitpost di dunia maya lewat identitas sebagai Capres nomor urut 10.

“Sebelum media sosial saya sudah gaul sejak zaman intercome, termasuk komunitas FM dan  HT,” kata Nurhadi.

Baca jugahttps://serat.id/2019/02/12/nurhadi-capres-parodi-yang-menghebohkan-medsos/

Ia mengisahkan naluri gaul ia alami saat muda ketika intercome berbasis kabel yang dirakit hasil modifikasi radio bekas. “Saat itu pertama kali membuat intercome di Kudus, pak Win,” kata Nurhadi menceritakan.

Namun aktif menggunakan intercome tak bertahan lama, ketika muncul Modulasi Frekuensi yang biasa digunakan untuk radio komunitas. Era itu frekweni FM biasa digunakan untuk komunikasi proibadi jarak pendek, hingga membuat siaran radio komunitas.

Selangkah lebih maju, dengan FM ini Nurhadi gabung di radio komunitas di kampungnya. Pergaulan udara semakin seru ketika harus ada jumpa darat antar anggota yang dinilai sangat akrab. “Saat itu sangat guyub, setiap kali pertemuan anggota komunitas jumlahnya banyak,” ujar Nurhadi mengisahkan.

Pertumbuhan tehknologi komunikasi menjadikan Nurhadi gaul membangun pertemanan, termasuk munculnya handy talky yang tergabung Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI). Di komunitas itu Nurhadi semakin aktif, meninggalkan komunitas radio FM yang sudah mulai ketinggalan zaman.

Hal itu dibuktikan dengan lebih dari 20 piagam kegiatan dan lomba komunitas ORARI yang dikoleksi di rumahnya. Munculnya media sosial berbasis internet tak mampu mengalahkan semangat dia menjalin hubungan sosial. Nurhadi tetap gaul di dunia sosial itu diakui pada delapan tahun lalu saat ia mengenal Facebook lewat aplikasi handphone.

“Tapi saya membuat akun di Warnet (warung inetrnet), dibuatkan anak-anak,” kata Nurhadi mengisahkan perkenalanan di dunia maya berbasis internet.

Ia yang mengaku suka gaul dan berteman dengan siap pun selalu mengikuti perkembangan tehknologi infromasi. Nalurinya sederhana gaul asik asik saja, tak jarang  dengan akun facebooknya Nur Hadi awalnya sering dibuli karena statusnya.

“Tapi saya santai saja tetap nyetatus, seingatnya apa yang melintas d iotak ditulis, dikatakan jujur dan jorok silahkan,” katanya.

Menurut Nurhadi, status di facebook ada yang bersifat buruk dan baik, termasuk dirinya hanya menonjolkan agar publik bisa melakukan kebaikan. Facebook ternyata cocok dalam pergaulannya di dunia maya, meski ia mengaku masih aktif di komunitas handy talky.

Lewat facebook itu Nurhadi membuat komunitas angka 10, dengan prinsip mengadd siapa pun yang ternyata banyak respon, hal itu dibuktikan dengan tingginya penerima konfirmasi ke grup dan pertemanan. Bahkan dalam sehari Nurhadi pernah mengkonfirmasi 700 orang untuk bergabung.

Di komunitas grup angka 10 rata-rata anak muda yang merasa termotivasi dengan status yang diunggah. Secara prinsip komunitas angka 10 yang ia buat dua tahun sejak sejak aktif di facebook tahun 2008 lalu berisi materi kebebasan berpikir yang tetap mengedepankan ketuhanan dan keiklasan.

“Angka 10 itu maksudnya satu tuhan, nol keiklasan, cukup belajar dari angka 10 cintai tuhan, iklaskan tindakan,” kata Nurhadi menjelaskan.

Komunitas angka 10 yang ia bikin di facebook telah diikuti 16 ribu akun itu inisiatif sendiri. Akun grup dengan prinsip hidup bahagia cintai tuhan dan keiklasan menjadi sering mengunggah status dengan tema kehidupan seperti mengingat dan kesadaran, kehati-hatian dan waspada.

Dalam postinganya itu Nurhadi menulis kata bijak “Melakukan yang baik jangan merasa paling baik, melakukan yang benar jangan mersa paling benar, dan selalu berbaik sangka pada teman,” yang mendapat respon dari ribuan pengikutnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here