BERBAGI

Serat.id- Azan subuh sudah berlalu, Minggu, 17 Februari 2019. Jalan H Muhammad Zaen yang menghubungkan Desa Jambu dan Desa Brongkol Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang masih gelap.

Warga tampak memadati Jalan H Muhammad Zaen, penghubung Desa Jambu dan Desa Brongkol saat kegiatan Minggu Sehat Pesona Brongkol Jambu, Minggu, 17 Februari 2019.

Akan tetapi, puluhan pedagang makanan tradisional seperti cenil, klepon, lopis, ketan kelapa manis, gemblong, timus, tiwul, nasi jagung, nogosari, klenyem, utri, cethil, gablog jagung, dan aneka bubur jenang. Ada pula pedagang sandal, sepatu, pakaian anak-anak, snack, hingga kerajinan dari kayu.

Sebelum matahari terbit, warga yang didominasi kalangan ABG pun berdatangan. Baik dari Desa Brongkol, Desa Jambu, maupun desa-desa lain di Kecamatan Jambu maupun Ambarawa dan Banyubiru. Kalangan muda pun berjajar di tepi jalan yang kanan kirinya areal persawahan dan di ujung selatan terhampar perbukitan Kelir. Mereka menyiapkan ponsel maupun kamera SLR-nya untuk memotret matahari terbit yang menyembul di sisi utara Gunung Lawu. Bahkan, para orangtua juga tak mau ketinggalan. Sambil menikmati makanan tradisional, mereka menyiapkan ponsel pintarnya untuk memotret matahari terbit.

Widhi Ari Cahyono, selaku ketua panitia dari Komunitas Pemuda Brongkol Jambu (Kolbu) mengatakan, kegiatan yang dikemas dalam #MingguSehat #PesonaBrongkolJambu dengan tema Menjemput Matahari itu mengusung misi untuk mengangkat wisata berbasis komunitas antar desa.

Dijelaskan pula oleh Widhi, pagelaran itu digagas oleh Muhammad Syukron, tokoh pemuda yang berprofesi sebagai jurnalis dan dengan persiapan matang selama 2 bulan, akhirnya pagelaran ini terwujud.

“Ada 3 hal yang ingin kami tonjolkan di gelaran Menjemput Matahari ini, yaitu pemandangan pegunungan, lintasan jogging dengan udara bersihnya, dan kuliner tradisional, dengan sasaran menyehatkan masyarakat, meningkatkan kesejahteraan pedagang kecil di wilayah Jambu hingga Brongkol, mengenalkan makanan tradisional kepada generasi muda. Maka dengan even ini sangatlah tepat,” paparnya.

Camat Jambu Edy Sukarno yang juga turut menikmati makanan tradisional, saat ditemui mengatakan, acara yang digelar pagi itu sangat keren dan kreatif, karena sangat mendukung terobosan ekonomi kerakyatan.

“Acara ini harus berkelanjutan dan berkah. Diusahakan semakin banyak dukungan dari masyarakat, baik dari para pedagang sebagai pendukung ekonomi kerakyatan, maupun dari panitia agar lebih tertata,” harap Edy didampingi Kapolsek Jambu Iptu Harsono.

Selain kuliner, senam lansia, senam aerobik, juga digelar lomba mewarnai yang diikuti 100-an anak-anak TK. Spot selfie berbentuk jendela rumah, sapu raksasa dan Vespa “Endok” menjadi tempat menarik kalangan muda. Makin siang, pengunjung pun semakin penuh. Dari drone yang diterbangkan panitia, nampak terlihat ribuan warga memenuhi jalan yang dahulu disebut dengan Jalan Turen. Karena, banyak berdiri pohon Turi. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here