BERBAGI
Ilustrasi kemiskinan, pixabay.com

Kebijakan itu dilakukan sebagai prioritas dalam Rapat Koordinasi Inventarisasi Masalah dan Upaya Penanganan tahun 2019.

Serat.id – Pemerintah Jawa Tengah terjunkan seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) ke desa miskin untuk pengentasan kemiskinan. Kebijakan itu dilakukan sebagai prioritas dalam Rapat Koordinasi Inventarisasi Masalah dan Upaya Penanganan tahun 2019.

“Seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah di Jawa Tengah harus membina satu desa miskin hingga naik derajatnya,” kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, saat Rapat Koordinasi Inventarisasi Masalah dan Upaya Penanganan tahun 2019, Senin, (18/2/2019).

Ganjar menyebutkan inventarisasi masalah dan penyelesaiannya di Jateng dikelompokkan dalam tiga rumpun, yakni pemerintahan dan kesejahteraan masyarakat, perekonomian dan pembangunan serta rumpun administrasi.

“Di dalam mekanisme saya berharap yang sektoral pastikan koordinasi baik ke atas dan bawah. Kalau bicara harmonisasi, maka Presiden mendorong SDM dan Jawa Tengah telah lebih dulu, juga ketika kita mencanangkan infrastruktur,” kata Ganjar menambahkan.

Baca juga : Aliansi Masyarakat Sipil Jateng Desak RPJMD Lebih Inklusif

Menurut Ganjar, pengentasan kemiskinan masuk dalam rumpun pemerintahan dan kesejahteraan masyarakat, selain sumber daya manusia dan infrastruktur.  Program tersebut terus digeber dengan target angka kemiskinan di Jawa Tengah mencapai single digit.

“Kita uji coba satu dinas membina satu desa miskin atau desa eksplor. Nanti di desa miskin itu apakah ada peningkatan karena peran serta tim dinas itu dan akan kita kerjakan tahun ini. Ambil urutan yang paling bawah,” katanya.

Tercatat saat ini terdapat 14 daerah di Jawa Tengah yang masuk dalam zona merah kemiskinan dengan jumlah penduduk miskin 3,87 juta jiwa, padahal di awal tahun 2018 jumlah penduduk miskin ada di angka 3,90 juta jiwa atau 11,32 persen.

Dalam satu tahun Jateng telah berhasil mengentaskan 29,8 ribu orang dari zona merah kemiskinan. Seluruh SKPD diarahkan Ganjar untuk menggarap satu sektor di desa miskin agar pada 2023 tingkat kemiskinan di Jawa Tengah hanya tersisa 7 persen. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here