BERBAGI

Serat.id– Kebumen punya kekhasan tersendiri di bidang kuliner. Salah satunya nasi penggel. Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen berkesempatan mencicipi nasi penggel saat menjadi pembicara Seminar Anti Radikalisme “Membangun Ukhuwah Menangkal Radikalisme” di Pondok Pesantren Al Hasani Desa Jatimulyo, Kecamatan Alian, Kabupaten Kebumen, Rabu, 20 Februari 2019.

Wagub Jateng, Taj Yasin, Nasi Penggel, Kebumen
Wakil gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin mencicipi nasi penggel, kuliner khas Kebumen, Rabu, 20 Februari 2019. (Foto KS)

“Ini makanan khas Kebumen yang harus dipertahankan. Jangan sampai anak cucu tidak mengenalnya. Rasanya gurih, saya sangat suka,” kata lelaki yang akrab disapa Gus Yasin itu.

Gus Yasin menikmati nasi penggel didampingi Asisten Bidang Pemerintahan Pemkab Kebumen, Muhammad Amirudin dan Asisten Pemerintahan Pemprov Jateng, Sarwa Pramana serta beberapa pejabat Pemkab Kebumen.

Baca juga: Wagub Taj Yasin Minta LPBI NU Libatkan Santri sebagai Relawan

Seperti apa nasi penggel itu? Staf Bagian Umum Pemkab Kebumen, Yuniarsih menjelasnkan, nasi penggel adalah nasi yang di dalamnya ada lauk kikil dan sayur gori (nangka muda) yang dimasak dengan santan dan daun ubi. Nasi penggel lebih nikmat dimakan dengan tempe mendoan.

Sekilas nasi penggel mirip gudeg. Hanya saja rasanya asin, gurih dan disajikan dengan kuah yang cukup banyak. Uniknya lagi, bentuk nasinya menyerupai nasi kepal. Nasi dibentuk bulat-bulat layaknya bola pimpong. Satu porsi bisa berisi 7-8 bulatan.

Yuniarsih mengatakan, untuk membuat nasi penggel yang khas, nanti tidak langsung dibuat bentuk bulat-bulat saat matang. Nasi terlebih dahulu diangin-anginkan dengan kipas manual.

“Nasi akan lebih awet dan pulen,” katanya.

Tak hanya itu, cara memasaknya pun dengan kayu bakar. Tak hanya itu, untuk sayur gori dan kikil, kelapanya sebelum diolah menjadi santan, dibakar dahulu.

“Yang jelas, makan nasi penggel, ngga bikin mangkel,” ujarnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here