BERBAGI
Ilustrasi, pixabay.com

Publik diminta berhati-hati terhadap penawaran produk, investasi, dan kegiatan usaha di bidang Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) yang tidak memiliki izin usaha dari Bappebti.

Serat.id – Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) mengimbau publik berhati-hati terhadap penawaran produk, investasi, dan kegiatan usaha di bidang Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) yang tidak memiliki izin usaha dari Bappebti. Lembaga itu menilai penawaran yang dapat merugikan masyarakat tersebut masih marak terjadi saat ini.

“Kami mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dan mewaspadai penawaran produk, investasi, dan kegiatan usaha di bidang Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) yang tidak memiliki izin,” kata Kepala Biro Peraturan Perundang-Undangan M. Syist, dalam siaran persnya belum lama ini.

Berita terkait : Marak Penawaran Investasi Perdagangan Berjangka Ilegal, ini imbauan Kemendag

Syist menyebutkan sejumlah entitas ilegal tersebut biasanya menawarkan peluang bisnis atau investasi daring melalui pelatihan, seminar, dan edukasi dengan menjanjikan keuntungan yang tinggi, pendapatan tetap, maupun bagi hasil untuk menarik calon nasabah. “Selain itu, pantauan juga dilakukan berdasarkan pengaduan dari masyarakat,” kata Syist menambahkan.

Ia menyebutkan sejumlah kasus menunjukan modus yang dilakukan melakukan aktivitas selayaknya pialang berjangka yang memiliki izin usaha dari Bappebti.

“Pialang berjangka ilegal tersebut mewarkan kontrak berjangka biasanya forex, index, komoditi, dan produk mata uang kripto kepada masyarakat, biasanya dengan margin yang rendah,” kata Syis menjelaskan.

Selain itu perusahaan investasi bodong melakukan duplikasi mendompleng situs pialang berjangka legal yang memiliki izin usaha dari Bappebti dengan menggunakan nama yang mirip dengan pialang berjangka legal. hal ini mudah mengelabuhi bagi calon nasabah yang tidak jeli, perusahaan tersebut terkesan sebagai pialang berjangka yang legal.

Modus lain yang biasanya menawarkan bagi hasil bagi nasabah. Namun nasabah diminta menyetorkan sejumlah dana dan pihak perusahaan yang akan melakukan transaksi dari dana tersebut dan keuntungan akan dibagi dengan jumlah persentase tertentu.

Perusahaan  investasi bodong  tak jarang memberikan janji pendapatan tetap yang tinggi dengan nilai persentase dan jangka waktu tertentu. Mereka menawarkan daftar paket investasi yang dibagi berdasarkan kemampuan keuangan calon nasabah. “Paket investasi tersebut biasanya dibagi menjadi paket silver, gold, dan platinum,” katanya.

Modus penipuan sperti itu juga seolah-olah menjalankan atau melakukan transaksi kontrak berjangka, namun kenyataannya hanya digunakan.  Sebagai modus untuk mengelabui masyarakat agar menanamkan modal kepada perusahaan tersebut. Dana yang terkumpul hanya berputar di antara anggota tanpa ditransaksikan di bidang PBK, biasanya menggunakan Skema Piramida/Skema Ponzi.

Tak jarang lembaga abal abal itu juga menjadi Introducing Broker (IB) dari pialang luar negeri dengan mencantumkan legalitas dari regulator dunia, misalnya International Financial Services Commission (IFSC) di Belize, Cyprus Securities and Exchange Commission (CYSEC) di Siprus, Financial Conduct Authority (FCA) di London, dan British Virgin Islands Financial Services Commission (BVI FSC) di Kepulauan Virgin Britania Raya.

Syist menyebutkan meskipun telah memiliki legalitas dari regulator internasional, untuk dapat melakukan kegiatan usaha sebagai Pialang Berjangka di wilayah Republik Indonesia harus memiliki izin usaha dari Bappebti.

Maka tak jarang perusahaan tersbut sering mencatut legalitas dari Bappebti dan lembaga pemerintah lainnya, biasanya dengan menampilkan logo, untuk menarik dan meyakinkan masyarakat.

“Mereka juga tak jarang menyelenggarakan seminar, edukasi, dan pelatihan di bidang perdagangan berjangka dengan penarikan margin untuk tujuan transaksi, tanpa memiliki izin dari Bappebti,” kata Syist menjelaskan. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here