BERBAGI
Acara Bawaslu Kota Semarang bersama penyandang disabilitas, Anin/ serat.id

Tercatat terdapat 15 ribu penyandang disabilitas di Kota Semarang yang sudah memiliki hak untuk mengikuti Pemilihan Umum 2019.

Serat.id – Badan Pengawas Pemilihan Umum ( Bawaslu ) Kota Semarang mengajak kelompok penyandang Disabilitas turut mengawal dan mengawasi Pemilu 2019 lebih demokratis.

“Penyandang disabilitas memiliki hak yang sama dalam Pemilu dengan yang lainnya, mereka juga bisa mengawasi selama proses pemilu berlangsung,” kata Ketua Bawaslu Kota Semarang, Muhammad Amin, Senin, 4 Maret 2019.

Berita terkait : Bawaslu Rekomendasikan Sanksi 15 ASN Tak Netral

Bawaslu Jateng : Distribusi Surat Suara Tanpa Pengamanan Memadai

Amin menyebutkan keterlibatan penyandang disabilitas tidak hanya sebagai pemilih, yang mendapatkan hak seperti fasilitas yang ramah untuk difabel yang telah disediakan oleh pihak penyelenggara pemilu 2019. Namun, juga bisa menjadi informan jika terdapat Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang dianggap kurang ramah bagi mereka.

Baca juga : Bawaslu Temukan 8 Pelanggaran ASN Tak Netral di Pemilu

“Mereka juga bisa menjadi pengawas selama berjalannya pemilu 2019. Contoh kasus jika ada TPS yang tidak ramah atau menyusahkan selama pemilihan, mereka bisa melaporkan ke Bawaslu,” kata Amin menambahkan.

Komisioner Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang, Novi Maria Ulfa, menyatakan lembaganya akan memberikan fasilitas yang dibutuhkan oleh penyandang disabilitas dengan pendamping selama proses Pemilu berlangsung di setiap TPS.

“Kami akan berikan TPS khusus bagi penyandang disabilitas agar mereka tidak kesusahan, sementara itu kita juga sediakan kertas suara dengan huruf braille agar memudahkan mereka ketika memilih,”  ujar Novi.

Tercatat terdapat 15 ribu penyandang disabilitas di Kota Semarang yang sudah memiliki hak untuk mengikuti Pemilihan Umum 2019. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here