BERBAGI
Ilustrasi, pixabay.com

Proyek Mading bernilai total Rp 6 Miliar, dari 30 proyek Mading elektronik di sekolah-sekolah hanya satu yang terbukti asli dengan nilai 1 unit Mading Rp 200 juta.

Serat.id-Dugaan kasus korupsi terjadi majalah dinding (Mading) elektronik pada Dinas Pendidikan Kabupaten Kendal diduga melibatkan orang dekat Bupati Kendal, Mirna Annisa. Program Mading elektronik itu untuk 30 Sekolah Menengah Pertama.

” Saya hanya taunya dia det dengan Bu Mirna, mungkin juga karena rumahnya dekat tapi sedekat apa saya tidak tahu,” kata saksi dalam dugaan kasus korupsi, Joko Supratikno di hadapan Majelis Hakim, Rabu,  6 Maret 2019.

Baca juga : Bupati Tasdi Terancam Kurungan dan Kehilangan Hak Politik

Hakim Vonis Bupati Kebumen Nonaktif Penerima Suap 4 Tahun Penjara

Joko yang menjabat sebagai Kepala Bidang Sumber Daya di Dinas Pendidikan Kendal.  Menceritakan awal mula pengusulan program Mading elektronik saat adanya percakapan dengan  Sobirin Kepala Sekolah Surokonto, Kendal.

Ia menjelaskan ketika Sobirin menerangkan tentang peningkatan mutu pendidikan yang terdapat di daerah Jawa Barat yakni di Tasikmalaya tentang majalah dinding elektronik di Jabar. Kemudian Joko mengusulkan hal tersebut kepada terdakwa, Muryono yang saat itu menjabat sebagai Kepada Dinas Pendidikan Kendal.

” Setelah itu saya dibuatkan SK oleh pak Muryono, disitu saya jadi ketua tim teknis. Kemudian kami ke Bandung untuk  pengecekan alat-alat mading elektronik,” kata Joko membeberkan.

Baca juga : KPK Gelar Rekonstruksi Kasus Suap Bupati Jepara

Dirinya tidak tahu betul tentang proposal Mading elektronik beserta kebutuhan karena telah dilimpahkan  kepada dua stafnya, yang juga menyusun bersama PPKom, Agung Maryanto yang juga menjadi terdakwa dalam kasus korupsi tersebut.

” Kedua staf saya yang mengetahui secara detil kebutuhan mading elektronik, karena mereka yang,” katanya.

Proyek Mading bernilai total Rp 6 Miliar, dari 30 proyek Mading elektronik di sekolah-sekolah hanya satu yang terbukti asli dengan nilai 1 unit Mading Rp 200 juta. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here