BERBAGI

Serat.id– Sebanyak 23 Aparatur Sipil Negara (ASN) telah dilaporkan oleh Koalisi Komunitas Peduli Pemilu Bersih Jawa Tengah (Kopi Ireng) karena terindikasi melanggal netralitas, 21 Maret 2019.

23 ASN tersebut dilaporkan karena melanggar Undang Undang Nomor 5 Tahun 2014 pasal 9, ayat 2 yang berbunyi: “Pegawai ASN harus bebas dari pengaruh dan intervensi semua golongan dan partai politik”.

Komunitas Peduli Pemilu Bersih Jawa Tengah (Kopi Ireng) menyerahkan laporan indikasi pelanggaran netrakitas ASN kepada Bawaslu Jawa Tengah, 21 Maret 2019. (istimewa)

Komunitas Peduli Pemilu Bersih Jawa Tengah (Kopi Ireng) menyerahkan laporan indikasi pelanggaran netrakitas ASN kepada Bawaslu Jawa Tengah, 21 Maret 2019. (istimewa)

“Mayoritas temuan tersebut ditemukan secara tidak langsung melalui pemantauan di sosial media,” ungkap Muhammad Shofii, perwakilan dari Kopi Ireng.

Selain itu, Shofii menambahkan bahwa ada juga temuan yang didapat secara langsung di lapangan.

Sebagai hasil tindak lanjut dari pelatihan netralitas pada 5-6 Maret 2019 lalu, laporan tersebut diserahkan kepada Bawaslu Jateng dan diterima oleh Koordinator Humas dan Hubungan Antar Lembaga, Muhammad Rofiudin.

Rofiudin mengapresiasi langkah Kopi Ireng yang sudah melakukan pengawasan, dan berjanji akan mengkaji temuan-temuan yang telah diberikan dan menindaklanjutinya.

Baca juga: Awasi Pemilu, CSO dan Mahasiswa Deklarasikan Kopi Ireng

“Saya mengimbau bagi masyarakat untuk lebih aktif melakukan pemantauan di Rapat Umum Akbar yang akan dilaksanakan pada 24 Maret-15 April 2019,” ucap Rofi di kantor Bawaslu Jateng.

Selain menyerahkan laporan ke Bawaslu, Kopi Ireng juga melaporkan temuan mereka ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), melalui LAPOR! KASN dan LAPOR! di KemenPANRB.

“Upaya pengawasan tentu saja tidak berhenti disini, karena kami telah berkomitmen untuk terus melakukan pengawasan secara langsung maupun tidak langsung terutama sampai Pemilu 2019,” tambah Shofii.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here