BERBAGI

Serat.id – Nelayan di Desa Roban, Batang merasa dirugikan dengan adanya proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) batu bara Batang.Nelayan asal Desa Roban, Usman Riyadi mengeluhkan limbah lumpur hasil pengerukan PLTU justru telah mencemari lautan. Menurutnya itu merugikan nelayan lantaran jaring atau alat tangkap ikan mereka tersangkut lumpur saat melaut.

“Jaring kita tersangkut lumpur dari pembuangan lumpur PLTU. Dari situ kita rugi harus berkali-kali ganti jaring dan beli baru,” kata Usman kepada serat.id, Sabtu, 23 Maret 2019.

Aksi nelayan menolak PLTU. Nelayan Desa Roban mengeluhkan limbah lumpur PLTU Batang yang berpengaruh pada hasil tangkapan ikan nelayan.
Aksi nelayan menolak PLTU. Nelayan Desa Roban mengeluhkan limbah lumpur PLTU Batang yang berpengaruh pada hasil tangkapan ikan nelayan.

Usman mengatakan, sejak awal akan dibangun PLTU warga Roban telah melakukan penolakan. Penolakan itu karena PLTU akan mencemari lautan serta mengurangi hasil tangkapan nelayan. Ia menyebutkan, sebelum PLTU dibangun, ia mengaku bisa mendapatkan hasil laut hingga 10 kilogram ikan. Sekarang hasil tangkapannya menurun drastis.

“Kalau sekarang ya paling separonya itu saja kalo beruntung,” Kata Usman.

Menurut Usman, tak hanya nelayan, para petani juga ikut dirugikan dengan dirampasnya lahan persawahan tanpa ada ganti rugi dari PLTU.

“Yang kita takutkan sekarang terjadi, PLTU masih dibangun saja nelayan sudah banyak dirugikan dari laut dicemari kemudin hasil tangkapan berkurang sekarang ditambah adanya lumpur yang merusak jaring,” jelas Usman

Pendamping Warga terdampak PLTU dari Greenpeace,Dinar Bayu mengungkapkan PLTU telah melanggar aturan yang telah ditetapkan tentang titik pembuangan limbah lumpur yang seharusnya berjarak 12 mil jauhnya dari bibir pantai.

“PT. Bhimasena telah melanggar aturan, mereka telah membuang sembarangan lumpur di lautan yang akhirnya merugikan nelayan,” katanya.

Dinar mengatakan, pengalaman PLTU di Jepara dan Cirebon merampas mata pencaharian nelayan dengan mencemari lautan lewat limbah batu bara.

“Limbah batu bara dari PLTU tidak hanya mencemari udara namun juga mencemari lautan yang berujung merampas mata pencaharian nelayan,” kata Dinar.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here