BERBAGI

Serat.id– Yang bukan ahli agama dan bukan jebolan pesantren jangan sekali-kali untuk berfatwa soal agama, karena ditakutkan salah semua. Setidaknya itulah kutipan ceramah yang disampaikan oleh Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof Said Aqil Siradj saat menghadiri acara Haflah Khotmil Qur’an dan Rajabiyah Pondok Pesantren Al Mubarok Mranggen Demak, 24 Maret 2019.

“Maulid Nabi bid’ah, isro mi’roj bid’ah, ziarah kubur musyrik, tawasul sesat, lho lho lho bocah pesantren baru berapa minggu ini?,” ujar Said Aqil.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof Said Aqil Siradj saat menghadiri acara Haflah Khotmil Qur'an dan Rajabiyah Pondok Pesantren Al Mubarok Mranggen Demak, 24 Maret 2019.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof Said Aqil Siradj saat menghadiri acara Haflah Khotmil Qur’an dan Rajabiyah Pondok Pesantren Al Mubarok Mranggen Demak, 24 Maret 2019.

Dalam ceramahnya, Said Aqil juga menyampaikan agar masyarakat dan santri tidak mudah terpengaruh berita bohong, mudah diadu domba, dan tidak mudah menerima berita fitnah.

“Orang NU harus kaya, tapi dengan cara yang baik, tujuannya juga baik, jalannya juga baik,” ucap Said Aqil saat berceramah.

Sebelum ceramah dari Said Aqil Siradj, prosesi Khotmil Qur’an berjalan dengan lancar, dan setelah ceramah yang pertama dari Said Aqil, dilanjutkan ceramah kedua yang diisi oleh KH. Ahmad Shofwan, Lc dari Surabaya.

Sekitar 60 Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Mranggen dikerahkan, untuk mengamankan berjalannya acara tersebut. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here