BERBAGI

Serat.id – Sidang kasus dugaan suap Wakil DPR RI, Taufik Kurniawan kembali digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi ( Tipikor ) Semarang, Rabu 28 Maret 2019. Sidang kali ini menghadirkan dua Bupati non aktif, Bupati Kebumen Yahya Fuad dan Bupati Purbalingga Tasdi sebagai saksi.

Fuad dan Tasdi hadir untuk memberikan keterangan terkait transaksi suap untuk memuluskan dana alokasi khusus (DAK). Fuad mengungkapkan, awal mula menjabat sebagai bupati ia sedang mengupayakan dana untuk pembangunan infrastruktur jalan di Kebumen. Ia lalu mengajukan dana ke pusat. Ia berusaha menemui anggota DPR RI yang berasal dari daerah pilihan 7.

Wakil DPR RI, Taufik Kurniawan

Wakil DPR RI, Taufik Kurniawan.

“Saat saya coba cari pengajuan dana infrastruktur di Pusat akhirnya dapat pemberian dari Wakil DPR RI , Pak Taufik. Tapi beliau minta fee lima persen dari dana yang diajukan untuk DAK senilai Rp 100 miliar ,” ungkap Fuad.

Ia menyebutkan, dari total pengajuan dana sebesar Rp 100 miliar, hanya Rp 93 miliar yang cair. Adapun fee yang diberikan kepada Taufik senilai Rp 3,6 miliar. Itu diberikan secara bertahap. Yahya menyebut sebanyak tiga kali dan terjadi dalam rentan waktu antara bulan Juli hingga Oktober 2016 lalu.

Baca juga: Suap Rp 4,8 Miliar untuk Muluskan DAK Kebumen dan Purbalingga

Tahap pertama pemberian uang melalui Hojin senilai Rp 1,6 miliar terjadi pada awal Juli 2016 . Tahap kedua senilai Rp 2 miliar yang diberikan pada pertengahan Agustus 2016. Sisanya belum sempat diberikan, lantaran Fuad tertangkap saat Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh KPK terkait kasus suap di Kebumen.

Adapun Bupati nonaktif Purbalingga, Tasdi memberikan keterangan terkait DAK di Purbalingga 2017. Ia juga mengurus DAK melalui Taufik Kurniawan dengan cara yang sama, yaitu memberikan fee 5 persen dari dana yang akan diajukan. Cara itu ia peroleh dari Yahya Fuad.

“Saya dapat cara untuk pengajuan DAK dari Pak Fuad. Katanya caranya melalui DPR RI yang dari Kebumen dan ada feenya senilai 5 persen dari dana yang diajukan,” terang Tasdi.

Saat ini Fuad dan Tasdi tengah menjalani hukuman sebagai tersangka kasus suap di lapas Kedung Pane. Fuad divonis empat tahun dan Tasdi divonis tujuh tahun penjara.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here