BERBAGI
Penyerahan Fatwa dari DSN-MUI terkait Proses Bisnis Atas Layanan Jasa KSEI. – PT KSEI/dok

Serat.id – Bisnis layanan jasa PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) diakui oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai bisnis yang halal. Pengakuan itu terkait dengan Fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia yang sebelumnya mengkaji proses bisnis atas layanan jasa yang dilakukan PT KSEI.

“Fatwa nomor 124/DSediN-MUI/XI/2018 tentang Penerapan Prinsip Syariah dalam Pelaksanaan Layanan Jasa Penyimpanan dan Penyelesaian Transaksi Efek Serta Pengelolaan Infrastruktur Investasi Terpadu,” kata Anwar Abbas, saat penyerahan fatwa, 1 April 2018.

Anwar menyebutkan fatwa itu dikeluarkan berdasarkan Rapat Pleno DSN-MUI yang telah dilaksanakan pada hari Kamis 8 November 2018. Dengan adanya fatwa nomor 124/DSN-MUI/XI/2018 tersebut, maka semakin lengkap dasar-dasar yang sesuai dengan prinsip syariah dan menjadi acuan serta pegangan dalam berinvestasi di pasar modal Indonesia.

Baca juga : Penegakan HAM di Sektor Bisnis Dinilai Masih Lemah

Direktur Utama PT KSEI, Friderica Widyasari Dewi, menyatakan Indonesia  merupakan pasar yang potensial bagi pertumbuhan produk-produk investasi yang berdasarkan prinsip syariah. Menurut Friderica, di pasar modal Indonesia terdapat lebih dari 50 persen saham berbasis syariah.

“Penerbitan fatwa ini merupakan inisiatif dari KSEI dengan dukungan oleh DSN-MUI , OJK, dan SRO,” kata Friderica.

Ia menegaskan fatwa tersebut juga harus dibarengi dengan edukasi kepada investor dan masyarakat secara umum. Friderica berharap, fatwa ini dapat semakin memantapkan berinvestasi secara syariah dalam beragam produk di pasar modal Indonesia.

“Karena dari proses transaksi di Bursa hingga proses penyelesaian di KSEI sudah sesuai dengan prinsip syariah serta proses penerbitan Reksa Dana yang dikelola dalam infrastruktur Investasi terpadu,” kata Friderica menjelaskan.

Tercatat sejak tahun 2001 DSN-MUI telah mengeluarkan 3 buah fatwa syariah yang menjadi dasar berinvestasi di pasar modal Indonesia. Ketiga fatwa itu tentang Pedoman Pelaksanaan Investasi untuk Reksa Dana Syariah diterbitkan tahun 2001. Tentang Pasar Modal dan Pedoman Umum Penerapan Prinsip Syariah di Bidang Pasar Modal, pada tahun 2003 dan tentang Prinsip Syariah dalam Mekanisme Perdagangan Efek bersifat Ekuitas di Pasar Reguler Bursa Efek yang diberikan ke Bursa Efek Indonesia pada tahun 2011.

Baca juga : Waspada, Modus Ini Sering dilakukan Menawarkan Investasi Bodong

Marak Penawaran Investasi Perdagangan Berjangka Ilegal, ini imbauan Kemendag

 Fatwa ini mengatur tentang proses transaksi di Bursa serta penerbitan indeks saham syariah di pasar modal  atau Indeks Saham Syariah Indonesia, Jakarta Islamic Index, dan Jakarta Islamic Index 70. Hal tersebut juga didukung oleh penerapan oleh beberapa Perusahaan Efek yang memiliki aplikasi berupa online trading syariah. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here