BERBAGI

Serat.id– Sejumlah aktivis di Kota Semarang yang tergabung dalam Aliansi Barisan Kesetaraan menggelar aksi menuntut Universitas Diponegoro (Undip) memecat oknum dosen pelaku pelecehan seksual di Kampus Undip Tembalang, Kamis 4 April 2019.

Organisasi yang terlibat dalam aksi ini diantaranya LBH Semarang, LBH Apik, LRC-KJHAM, Aliansi Mahasiswa Papua, Rumah Pelangi Indonesia, Gender and Human Right Center (GHRC) Undip , Serikat Mahasiswa Budaya (SMB), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Budaya Undip, BEM Fakultas Hukum Undip.

Sejumlah aktivis di Kota Semarang menggelar aksi tuntut Undip untuk memecat oknum dosen pelaku pelecehan seksual di kampus, Kamis, 4 April 2019.
Sejumlah aktivis di Kota Semarang menggelar aksi tuntut Undip untuk memecat oknum dosen pelaku pelecehan seksual di kampus, Kamis, 4 April 2019.

“Supaya pelaku itu bisa dipecat, karena pelaku ini tidak hanya sekali dan dua kali, tapi sering dan hal-hal itu dianggap suatu yang lumrah oleh mahasiswa dan birokrat. Menurutku harus ada efek jera,” ujar Tian, selaku koordinator aksi.

Tian menilai, Undip tidak responsif menangani kasus pelecehan seksual. “Kampus cenderung melihat kasus ini sebagai bukan kasus yang besar atau bukan kasus yang serius,” ujarnya.

Baca juga: FIB Undip Bentuk Tim Ad Hoc Tangani Kasus Pelecehan Seksual

Aktivis Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Semarang, Cornelius Gea mengatakan kampus sering memilih untuk tidak menindaklanjuti pelecehan seksual yang terjadi. “Bisa dibilang kampus memelihara pelaku pelecehan seksual, dengan tidak memberikan sanksi,” ujar Cornel.

Menurut Cornel, pembentukan tim ad hoc oleh Undip untuk menangani kasus tersebut masih diragukan kinerjanya. Hal itu, menurut Cornel, karena tidak melibatkan unsur di luar kampus.

“(Kami meminta) dibentuk tim investigasi yang independen yang itu transparan ada pihak luar juga mahasiswa, dan pihak luar seperti LBH Semarang dan LRC- KJHAM (Legal Resources Center untuk Keadilan Jender dan Hak Asasi Manusia),” ujarnya.

Humas Undip, Nuswantoro mengatakan untuk semua pihak agar bersabar menunggu hasil kinerja dari tim ad hoc yang terbentuk pada 18 Maret 2019. “Itu komitmen Undip untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh warga kampus,” ujarnya ketika dihubungi serat.id, Kamis, 4 April 2019.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here