BERBAGI

Serat.id– Untuk kali kedua, Dinas Pendidikan Kota Semarang menggelar lomba kartun dalam gelaran Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) 2019. Lomba kartun berlangsung di SMP Al-Azhar 14 Semarang, Jumat, 3 Mei 2019. Lomba diikuti oleh sebanyak 65 peserta tingkat SMP yang terdiri dari 32 peserta kategori putra dan 33 peserta kategori putri.

“Peserta ditantang untuk menyampaikan pesan perdamaian dalam karya kartun,” kata Koordinator lomba kartun, Suratno.

Sejumlah siswa SMP di Kota Semarang mengikuti lomba kartun FLS2N Kota Semarang di SMP Al-Azhar 14 Semarang, Jumat, 3 Mei 2019.
Sejumlah siswa SMP di Kota Semarang mengikuti lomba kartun FLS2N Kota Semarang di SMP Al-Azhar 14 Semarang, Jumat, 3 Mei 2019.

Tema itu diusung untuk menanamkan nilai cinta damai dalam diri siswa. Tema itu sekaligus untuk mencairkan suasana yang sempat memanas karena suhu politik. Ia menyebutkan, juara lomba kartun FLS2N Kota Semarang diraih oleh siswi SMP Nasima, Cahaya Aisha S (juara 1), siswi SMP Al-Azhar 14, Fasya Marera H (juara 2) dan siswi SMP Karangturi, Rebecca Tio (juara 3) untuk kategori putri. Sementara untuk kategori putra diraih oleh siswa SMP Negeri 3 Semarang, Stiven Zidane (juara 1), siswa SMP Al-Azhar 14, Aditya Azka HA (juara 2) dan siswa AMP Negeri 19 Semarang, Reza Cahya Legowo (juara 3).

“FLS2N kartun di Semarang ini akan meningkatkan kualitas kartunis dari kalangan pelajar,” kata Ratno yang juga guru seni rupa SMP Negeri 17 itu.

Menurut Ratno, Kota Semarang saat ini tidak hanya dikenal sebagai ibukota kartun Indonesia. Lebih dari itu, menurut dia Kota Semarang bisa menjadi barometer seni kartun dunia. Hal itu ditandai dengan munculnya kartunis Semarang yang ikut meramaikan panggung seni dunia. Tidak sedikit pelajar maupun kartunis profesional asal Semarang yang menjuarai kontes kartun dunia.

“Semarang juga jadi percontohan bagi negara lain untuk regenerasi. Tentu kartunis berterima kasih pada Pemkot, terutama Dinas Pendidikan yang banyak memfasilitasi,” katanya.

Menurut Ratno, apa yang dilakukan Dinas Pendidikan Kota Semarang sangat mendukung perkembangan seni kartun. Sejumlah sekolah juga mulai mengembangkan seni kartun melalui workshop maupun ekstrakurikuler.

Untuk diketahui, mata lomba kartun dalam FLS2N hanya dilaksanakan di Kota Semarang. Ratno berharap, lomba kartun bisa dilaksanakan berjenjang hingga tingkat provinsi maupun nasional. “Harusnya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah aktif jemput bola mengembangkan kartun di Jawa Tengah,” katanya.

Ketua tim juri lomba kartun FLS2N Kota Semarang, Abdul Arif mengatakan kartun karya pelajar SMP di Kota Semarang memiliki kualitas yang cukup baik. “Karya hasil lomba kartun FLS2N ini akan diikutsertakan dalam kontes kartun internasional,” kata ketua Gold Pencil Indonesia itu.

Menurut Arif, karya pelajar Semarang tidak kalah dengan pelajar dari negara lain yang aktif dalam kompetisi internasional. Hanya saja, kata dia, pelajar Semarang masih perlu dibimbing lagi soal pengembangan ide dalam kartun.

Arif mengatakan, seni kartun memang sudah lama berkembang di Kota Semarang. Namun menurutnya masih baru di kalangan pelajar. Untuk itu ia berharap seni kartun bisa masuk ke sekolah-sekolah.

“Kartun dalah potensi daerah Kota Semarang yang harus dikembangkan. Kami membuka diri bagi sekolah yang ingin mengembangkan seni kartun. Silakan mengajukan kerjasama ,” kata pria yang didapuk sebagai Vice President Federation of Cartoonists Organization (FECO) Group Indonesia itu. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here