BERBAGI

Pencarian data dilakukan melalui tiga tahapan yakni Investigasi, klarifikasi dan verifikasi.

Serat.id – Tim ad hoc yang dibentuk Dekan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Diponegoro (Undip), telah selesai melakukan investigasi terhadap kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh dosen terhadap mahasiswinya. Ketua Tim ad hoc kasus itu, Irianto Widisuseno, mengatakan pencarian data dilakukan melalui tiga tahapan yakni Investigasi, klarifikasi dan verifikasi.

Tim ad hoc yang dibentuk Dekan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Diponegoro (Undip) untuk mengungkap kasus dosen mesum. (Foto M Ulil Asshidqi/ Serat.id)

Tim ad hoc yang dibentuk Dekan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Diponegoro (Undip) untuk mengungkap kasus dosen mesum. (Foto Ulil Albab Alshidqi/ Serat.id)

“Pada langkah awal investigasi dilakukan proses wawancara kepada empat saksi korban antara lain berasal dari Program Studi Ilmu Perpustakaan, Sastra Indonesia, Bahasa dan Kebudayaan Jepang,” kata Irianto Widisuseno.

Menurut dia, saksi korban ada yang berstatus sebagai mahasiswi dan ada yang berstatus mantan mahasiswi, tapi semuanya dalam konteks (pernah) pembimbingan skripsi (oleh pelaku).

Tahapan selanjutnya tim ad hoc memanggil pelaku untuk melakukan klarifikasi. “Kepada tim ad hoc, pelaku mengakui apa yang telah dituduhkan,” kata Irianto menjelaskan.

Di hadapan tim ad hoc pelaku mengakui motif tindakan pelecehan awalnya karena alasan keterdekatan terhadap korban.

Baca Juga: Dosen Mesum Undip Terbukti Langgar Kode Etik

Hasil verifikasi tim ad hoc menunjukan pelaku terbukti melangggar pasal 1 ayat 1 dan pasal 13 ayat 6 Peraturan Senat Akademik Nomor 2 Tahun 2017 tentang Kode Etik Dosen Universitas Diponegoro. Kategori pelanggaran yang dilakukan pelaku merupakan kategori pelanggaran kode etik sedang.

“Artinya apa bahwa pelanggaran ini arahnya kepada sanksi etik (dosen) ,” katanya.

Tim ad hoc memberikan dua rekomendasi kepada universitas. Pertama mengusulkan kepada Rektor Undip, Prof.Yos Johan Utama untuk memberikan sanksi berupa pembatasan hubungan dosen dan mahasiswa dalam lingkup tridharma perguruan tinggi. Kedua, meminta universitas memeriksa kejiwaan pelaku kepada psikiater.

Dua rekomendasi tersebut juga telah disampaikan oleh tim ad hoc kepada Senat Fakultas dan Dekan FIB Undip pada Jumat, 10 Mei 2019. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here