BERBAGI

Nilai budaya merupakan landasan karakter bangsa. Penyadaran untuk mampu menghargai, menjaga serta melestarikan nilai budaya tersebut tidak akan tercapai jika generasi penerusnya tidak mengenal bahkan acuh terhadap kearifan yang ada.

Sayangnya masyarakat sekarang cenderung abai terhadap kebudayaan yang disebabkan oleh sejumlah indikator. Antarnya lain kurangnya penanaman cinta budaya tanah air pada karakter diri generasi muda saat ini. Akibatnya, keanekaragaman, keindahan, serta nilai kebudayaan lokal yang telah dipertahankan oleh nenek moyang lama-lama akan luntur dan terlupakan.

Padahal jika kita kaji lebih mendalam penanaman literasi nilai budaya bisa dilakukan melalui lingkungan keluarga, pendidikan, serta lingkungan masyarakat. Bukankah sebagai homo educandum, manusia sangat memerlukan pendidikan sebagai upaya pembentukan karakter diri.

Ihtiyar Pembudayaan Pendidikan Karakter di Madrasah Ibtidaiyah

Etnomatematika melalui konsep pembelajaran yang dialogis lebih menekankan pembelajaran berbasis budaya yang dikolaborasikan dengan matematika. Metode ini pendidikan ini diharapkan mampu memberikan ruang tersendiri kepada peserta didik sebagai bentuk literasi penanaman nilai karakter sosial dan budaya dalam masyarakat.

Hal ini sejalan dengan ruang lingkup internalisasi pendidikan karakter di Madrasah Ibtidaiyah, yang menekankan poin penting target pendidikan karakter nilai Islam wasathoniah.

Nilai itu selama ini terefleksikan dalam budaya kehidupan sosial-budaya warga madrasah dan masyarakat. Melalui pendekatan etnomatematika peserta didik akan lebih mampu mengembangkan kemampuan afektif dan kreatif sesuai dengan nilai budaya kearifan lokal Indonesia, tertanamnya jiwa cinta budaya tanah air sebagai nilai pendidikan karakter, serta mampu memfilter budaya asing. (*)  


  • Linda Indiyarti Putri, Dosen PGMI Universitas Wahid Hasyim Semarang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here