BERBAGI

Serat.id – Para Pimpinan perguruan tinggi dan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah VI Jawa Tengah mengeluarkan pesan moral terkait situasi terkini. Tercatat ada enam pesan yang disebut dengan “Pesan Jawa Tengah untuk Indonesia” dibacakan dalam pertemuan di Gedung Prof Soedarto Undip Tembalang, Senin, 20 Mei 2019.

Sejumlah pimpinan perguruan tinggi di Jawa Tengah menghadiri pertemuan di Gedung Prof. Soedarto Undip Tembalang, Senin, 20 Mei 2019.
Sejumlah pimpinan perguruan tinggi di Jawa Tengah menghadiri pertemuan di Gedung Prof. Soedarto Undip Tembalang, Senin, 20 Mei 2019.

“Enam pesan moral para pimpinan perguruan tinggi tersebut merupakan pesan yang disampaikan kepada semua pihak dalam menanggapi situasi dan kondisi terkini,” kata Rektor Undip Prof Yos Johan Utama, sebagai juru bicara forum pertemuan tersebut.

Menurut Yos, para pimpinan perguruan tinggi Jawa Tengah memperhatikan, menyaksikan kondisi dinamika politik nasional yang dalam kurun waktu ini mengalami gejala yang kurang kondusif. Kondisi itu menjadi alasan kesadaran penuh para pimpinan perguruan tinggi terpanggil untuk menyampaikan pesan moral kepada segenap bangsa Indonesia.

“Ini sikap sebagai bagian warga bangsa Indonesia,” kata Yos menambahkan.

Enam pesan moral itu meliputi minta agar bangsa Indonesia mengutamakan musyawarah, karena bangsa Indonesia adalah bangsa besar yang berbudaya luhur di antaranya prinsip “Ono rembug ayo dirembug”, untuk itu segenap permasalahan apapun yang dihadapi sudah selayaknya diselesaikan dengan mengedepankan budaya luhur serta musyawarah mufakat.

Selain itu juga forum pimpinan perguruan tinggi mengetuk hati nurani para patriot bangsa Indonesia baik yang sedang berjuang berkontestasi maupun yang bertugas menyelenggarakan tugas demokrasi secara ksatria melaksanakan perannya dengan jujur, adil, berani, dan peduli serta mengutamakan nasib rakyat Indonesia.

Baca juga: Kampanyekan Toleransi, Sinta Nuriyah Sahur di Gereja Semarang

Yang ketiga mendukung peran patriot NKRI baik yang berasal dari institusi TNI dan penegak hukum POLRI, Kejaksaan Agung RI, Mahkamah Agung RI dan Mahkamah Konstitusi RI, untuk tetap bersikap netral dan tidak memihak pihak manapun yang sedang berkontestasi dalam pemilu.

“Ke empat kami mendorong penyelesain yang segera, adil dan konsisten serta tegas berdasarkan hukum yang berlaku terhadap setiap pelanggaran yang terbukti secara hukum yang dilakukan pihak manapun,” kata Yos menjelaskan.

Sedangkan dua pesan terakhir menghimbau segenap civitas akademika, warga Jawa Tengah pada khususnya dan Indonesia pada umumnya untuk tetap menjaga kondusivitas, saling menghormati, saling tenggangrasa, menghindari tindakan provokatif demi kejayaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Selain itu mendorong kepada semua pihak untuk bersikap, berpikir, berucap, bertindak yang dilandasi nilai rahman dan rahim mengedepankan sikap kasih sayang kepada sesasama. “Pimpinan perguruan tinggi menolak sikap arogansi, sebagaimana nilai luhur masyarakat Jawa Tengah Surodiro Jayaningrat Lebur dening Pangestuti,” katanya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here