BERBAGI
FGD Pattiro Semarang Participatory Action Research (PAR), foto Ulil/serat.id

Kalaupun ada pelatihan-pelatihan  untuk perempuan masih didominasi pelatihan memasak

Serat.id – Lembaga Pusat danTelaaahInformasi (Pattiro) Semarang menggelar Forum Group Discussion (FGD) Participatory Action Research (PAR) dalam Perencanaan Penganggaran Responsif Gender (PPRG) Sektor Pendidikan dan Kesehatan Kota Semarang di Hotel Novotel, Jatingaleh, Semarang, Kamis 23 Mei 2019.

Kegiatan FGD ini dihadiri Hanik Khoiru Solikhah, Komisi B DPRD Semarang, Bappeda Kota Semarang, Dinas Pendidikan Kota Semarang, Dinas Kesehatan Kota Semarang, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Semarang, Kecamatan Gajahmungkur, Kecamatan Tembalang, Kelurahan Nongkosawit, Kelurahan Sendangguwo, Kelurahan Kalipancur, LRC KJHAM, AJI Semarang, perwakilan masyarakat Sendangguwo, perwakian masyarakat Kalipancur, perwakilan masyarakat Tandang, perwakilan masyarakat Nongkosawit

Berita terkait : Indonesia-Iran Berbagi Pengalaman Pemberdayaan Ekonomi Perempuan

Komnas Perempuan Desak Penegak Hukum dan Media Berhenti Ekspos Prostitusi Online

Pelecehan Seksual Buruh Garmen Perempuan Sistematis

Project officer Pattiro Semarang, Muhammad Syafii,  mengatakan FGD itu bertujuan melengkapi riset PPRG yang telah dilakukan sejak 8 Mei 2019 bersama perwakilan masyarakat, menggunakan metode PAR. Pengambilan data dan informasi diperoleh dari kelurahan, kecamatan hingga kota dengan berbagai perwakilan.

“(Dengan adanya FGD ini) kita  menemukan beberapa kekurangan dari perencanaan dan penganggaran responsif gender di Kota Semarang, ” ujar
Syafii menambahkan.  .

Hasil FGD itu ditemukan anggaran di Kota Semarang masih banyak didominasi untuk infrastruktur. Kalaupun ada pelatihan-pelatihan  untuk perempuan masih didominasi pelatihan memasak.

Menurut Syafii setelah melengkapi hasil riset tersebut, Pattiro Semarang berencana menyerahkannya ke Pemkot Semarang dan DPRD Semarang.

“Untuk menyempurnakan lagi kita akan membuat strategi bersama, ” ujarnya.

Tercatat alokasi Anggaran Reponsif Gender (ARG) di Dinas Kesehatan Kota Semarang pada tahun 2013-2018 rata-rata sebesar Rp 4 Miliar atau 2 persen. Alokasi itu mengalami fluktuatif dengan rata rata sebesar 9.4 persen. Sedangkan alokasi ARG di Dinas Pendidikan Kota Semarang tahun 2013-2018 rata-rata sebesar Rp 84 Juta atau 0.03 persen dari total belanja langsung dinas pendidikan. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here