BERBAGI
Hunian Sementara untuk warga Tambakrejo yang sebelumnya digusur, foto Tamam/serat.id

Masih ada fasilitas yang kurang, seperti listrik, air, dan MCK.

Serat.id– Warga Kampung Tambakrejo Kelurahan Tanjung Mas Kecamatan Semarang Utara, yang sebelumnya tinggal di Posko pengungsian pasca digusur, akhirnya pindah ke hunian sementara di Kalimati.  

“Alhamdulillah waktu pemindahan kami dibantu oleh Dinas Kebersihan atau tim orange dari Kecamatan Semarang Utara,” kata Rohmadi, ketua RT 05 RW 16, Kampung Tambakrejo, Selasa, 28 Mei 2019.

Berita terkait : Cerita Jum saat Penggusuran Rumah Warga Tambakrejo

LBH Semarang Sayangkan Penggusuran Warga Tambakrejo

Komnas HAM Sebut Penggusuran Tambakrejo Melanggar Kesepakatan

Hunian sementara yang ditempati terbuat dari baja ringan dan dilengkapi ternit, berukuran 10 kali 20 meter sebanyak 2 unit. Jika dipetakkan hanya bisa memuat 30 keluarga, sementara jumlah yang terkena gusur berjumlah 92 keluarga.

Selain itu Rohmadi mengaku masih ada fasilitas yang kurang, seperti listrik, air, dan MCK. “Kami masih berharap pemerintah agar semua keluarga bisa mendapatkan hunian sementara yang normal sambil menunggu pembangunan hunian yang baru,” kata Rohmadi menambahkan.

Video terkait : 30 Menit Unjuk Taring di Tambakrejo

Warga Tambakrejo Rayakan Hari Anak Nasional

Pendamping warga dari LBH Semarang, Haris Ahmad Muzaki mengatakan, kondisi hunian sementara menjadikan sejumlah tratak yang sebelumnya berada di Posko dibongkar dan dibangun kembali di dekat hunian sementara sebagai tempat menyimpan logistik.

“Semoga kesepakatan pemerintah dan warga bisa terealisasi, dan pemerintah bisa melengkapi fasilitas umum dan fasilitas sosial bagi warga,”  kata Haris.

Sebelumnya Walikota Semarang, Hendrar Prihadi, menyatakan pembangunan Rusunawa yang baru untuk warga dilakukan awal tahun 2020. “Dan akan selesai pada akhir tahun 2020,” kata Wali Kota saat mengunjungi warga Tambakrejo. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here