BERBAGI
Angkutan lebaran mulai membanjiri jalan tol pada musim mudik lebaran 2019. Foto Anin/serat.id

Disebabkan terpecahnya waktu para mudik untuk kembali ke kampung.

Serat.id– Kapolri Jenderal Tito Karnavian, musim angkutan Lebaran tahun 2019 ini tak ada puncak arus mudik seperti pada tahun-tahun sebelumnya. Tito beralasan kondisi itu disebabkan terpecahnya waktu para mudik untuk kembali ke kampung..

” Tujuh hari waktu untuk kembali, Otomotis masyarakat ini kita melihat tidak ada puncak, puncak yang terjadi berbondong-bondong pulang di hari yang sama, kami tidak melihat fenomena itu,” kata Tito Karnavian, kepada wartawan di Semarang Jumat, 31 Mei 2019.

Berita terkait : Polrestabes Semarang Siapkan CCTV Pantau Arus Mudik Tol Trans Jawa

Basarnas Jateng Buka Tujuh Posko Selama Angkutan Lebaran

Operasi Ketupat Candi 2019, Polrestabes Semarang Terjunkan 147 Personel

Menurut Tito, meski ada peningkatan arus dari hari kehari, tapi tidak terjadi puncak yang tiba-tiba naik kemudian turun disebabkan waktu masa pulang yang sangat panjang mencapai tujuh hari.

Ia membuktikan memasuki H-5 Lebaran arus mudik terlihat ramai lancar dan terkendali. Hal ini pengaruh libur lebaran tahun 2019 ini dibarengi dengan hari libur besar yakni, Kenaikan Isa Al Masih dan Hari lahirnya Pancasila.

“Karena libur kali ini dibarengi beberapa hari besar itu waktunya sangat panjang dimulai dari tanggal 29 Mei kemarin,” kata Tito menjelaskan.

Kapolri berharap arus mudik kali ini akan berjalan lancar, dirinya juga mengimbau kepada masyarakat agar bisa memilih jalan yang akan dilalui baik lewat jalan tol atau non tol . Sedangkan lonjakan arus mudik ia prediksi akan terjadi pada h-3 Lebaran.

” Akan terjadi lonjakan namun tidak begitu signifikan , dan masyarakat saya harap untuk berhati-hati saat berkendara,” katanya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here