BERBAGI
Pembayaran hak pekerja pengepakan arang, Ulil/serat.id

Agar tidak ada lagi perusahaan melakukan pelanggaran terhadap pekerja rumahan

Serat.id – PT IndoAgricultur akhirnya melunasi kekurangan pembayaran upah kepada 21 pekerja rumahan yang selama ini bekerja bagian mengepak arang. Pelunasan dilakukan pada Rabu, 29 Mei 2019 disaksikan
Herdin Pardjoeangan sebagai kuasa hukum dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Semarang.

“Dengan dikabulkan hak pekerja rumahan ini agar kedepan tidak ada lagi (perusahaan) melakukan pelanggaran terhadap hak atas upah pekerja rumahan yang wajib dipenuhi,” ujar Herdin Pardjoeangan, kuasa hukum pekerja dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Semarang, kepada Serat.id

Berita terkait : Jalan Terjal Pekerja Rumahan untuk Sebuah Pengakuan

Advokad Pekerja Rumahan Ajukan Eksekusi Terhadap PT Ara Shoes Indonesia

Akhirnya PT Ara Shoes Indonesia Penuhi Putusan Pengadilan

Tercatat LBH Semarang bekerja sama dengan Yayasan Anisa Swasti (YASANTI)  mendampingi para pekerja rumahan pengepak arang di PT Indo Agricultur yang sempat bersengketa atas hak upah. Dalam menyelesaikan kasus itu mereka difasilitasi oleh Dinas tenaga kerja  (Disnakertrans) Provinsi Jawa Tengah.

“Akhirnya perusahaan pun melakukan pembayaran kewajibannya melalui dua Tahap yakni tahap I pada tanggal 26 April 2019 sebesar Rp 5 juta juta dan tahap II pada tanggal 29 Mei 2019 sebesar Rp 9,5 juta,” ujar Herdin menambahkan.

Herdin berharap kasus ini menjadi landasan Pemerintah untuk segera membuat peraturan khusus tentang perlindungan pekerja rumahan. Selain itu kasus sengketa hubungan industrial juga perlu peraturan hukum untuk memberikan perlindungan dan pemenuhan hak-hak pekerja rumahan sebagai pekerja. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here