BERBAGI
Ilustrasi, Abdul Arif/ Serat.id

“Tak mudah mengawali menggali, meski Nasida Ria tak lepas dari kehidupan masyarakat lokal.”

Serat.id – Listiya  Nurhidayah  tercatat sebagai penulis buku “Nasida Ria Sejarah the Legend of Qasidah”,  tulisan dia yang diterbitkan oleh Dramaturgi itu merupakan skripsi yang ia susun pada tahun 2017.

Motivasi ia nulis Nasida Ria sangat unik. “Kultur kampung Pantura yang mempengaruhi diri saya, musik kelompok Nasida Ria sangat kental di pesisir tempat lahir saya Kabupaten Rembang,” kata Listiya.

Baca juga : Cerita Lagu Qasidah Yang Melampui Zaman

Awal Kelahiran Dari Ulama Lokal 

Dari Rebana ke Musik Modern

Ia mengakui lagu-lagu Nasida Ria yang akrab disajikan di kampungnya menjadikan suka sejak awal. “Kebetulan saya skripsi jurusan sejarah di Fakultas Ilmu Budaya  Undip,” kata Listiya menambahkan .

Listiya memulai riset tahun 2017, langkah awal ia mulai mencari kontak personil dan manajemen Nasida Ria, termasuk orang yang berpengaruh hingga tukang sound sistem serta pengemar berat kelompok musik legenda asal Kota Semarang itu.

“Tak mudah mengawali menggali, meski Nasida Ria tak lepas dari kehidupan masyarakat lokal,” kata Listiya menjelaskan.

Motivasi lain dari buku yang ia tulis ingin menyampaikan jangan pernah melupakan sejarah musik lokal yang pernah mengharumkan nama bangsa.  Tercatat Nasida Ria yang awalnya kelompok musik yang pentas keliling di Kota Semarang, mampu membuktikan sebagai salah satu legenda musik Indonesia yang diakui.

Menurut Listiya kesulitan penelitian sejarah musik yang mulai tenar era 1970-an itu persoalan data wawancara ke narasumber.  Bersyukur ia berhasil menemui salah satu sumber utama yang kini sudah sepuh, namun mereka masih eksis kegiatan.

“Jadwal padat ketemu susah, termasuk data radio sulit menemukan keterangan meksi sering diputar,” kata Listiya menjelaskan.

Berita terkait : Penampilan Yang Istiqomah

Dari Nostalgia Lahirlah New NR

Sedikit Goncang Ketika Sang Primadona Mundur

Ilham, pimpinan penerbit Dramaturgi sekaligus dan editor buku “Nasidaria Ria sejarah the legend of Qasidah”, mengakui awalnya tak sengaja menemukan pertama tulisan tentang Nasidaria Ria.

“Saat itu kuliah di Undip lihat skripsi di Perpus. Terus tertarik  kami diterbitan,” kata Ilham.

Menurut dia, penelitian tentang Nasida Ria merupakan tema menarik yang tak begitu banyak diterbitkan penerbit arus utama. “Apalagi di Indonesia masih jarang nulis sejarah musik,” kata Ilham menjelaskan. (*)

Edisi khusus legenda Nasida Ria, tim liputan : Peramu data Ulil Albab Alsidiqi, Penulis Edi Faisol, Ilustrasi Abdul Arif.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here