BERBAGI
Ilustrasi, Abdul Arif/ Serat.id

“Ada rasa kangen di tengah aktivitas hidup sekarang,”

Serat.id- Tahun 2016 menjadi puncak kerinduan Nunung Muchayatun terhadap grup musik legendaris tempat ia pernah bernaung. Nunung yang terlibat sebagai generasi perintis bersama Mudrikah Zain,  Alfiah, Muthoharoh, Rien Jamain,  Umi Kholifah, Nor ‘ain, Syarofah,  dan Kudriyah telah lama meninggalkan grup kebangaan yang pernah melambungkan namanya di era 1970-an.

“Ada rasa kangen di tengah aktivitas hidup sekarang,” kata  Nunung, saat ditemui serat.id  di kediamannya, Kabupaten Jepara.

Baca juga : Awal Kelahiran Dari Ulama Lokal

Cerita Lagu Qasidah Yang Melampui Zaman

Penampilan Yang Istiqomah

Sebenarnya Nunung masih menjalin komunikasi dengan personil legendaris itu, tahun 2016 memutuskan mengangkat kenangan panggung. Pertemuan para personil seangkatannya yang awalnya sebagai ajang reuni dan makan-makan. “Kemudian memunculkan untuk membuat album,” kata Nunung menambahkan.

Perempuan yang kini mendirikan majlis ta’lim Al-Wardah dan koperasi UMKM itu mengaku lahirnya New NR, saat mereka ketemu salah seorang mantan operator  studio rekaman  Ira Record yang sering digunakan Nasida Ria dulu. Ternyata mantan operator masih punya studio yang bisa digunakan untuk mendaur ulang lagu Nasida Ria lawas.

Tepat 8 agustus 2016 para personil legend itu memutuskan mendendangkan kembali lagu-lagu Nasida Ria yang pernah mempopulerkan mereka.

Kepada Serat.id, Nunung mengaku New NR hanya sebagai ajang nostalgia. Toh para personil di New NR punya kesibukan sendiri. Seperti Rien Jamain, yang tercatat masih manggung dengan Nasida Ria, Muthoharoh mendirikan group Qasidah El Sida, dan Nor’aini punya group Al Hikmah.

New NR mampu menampilkan satu album  rekaman dengan ribuan keping CD itu terbukti habis terjual.

Sayangnya studio musik yang tak memproduksi lagi karena banyaknya pembajakan yang kemudian disebarkan lewat dunia digital. “Hal itu menjadi alasan tak menerbitkan album lain yang kami produksi hingga enam album,” kata Nunung menjelaskan.

Baca juga : Sedikit Goncang Ketika Sang Primadona Mundur

Alasan Anak Muda Ini Meneliti Nasida Ria

Nunung menyebut New NR hanya sebagai ajang reuni, semua personil mantan primadona Nasida Ria sadar tak bisa memanfaatkan album yang terjual.  Bahkan untuk manggung pun sulit, karena kesibukan masing-masing yang punya aktivitas sendiri-sendiri.

Hal itu menjadi alasan jika para pengemar ingin mengenang mereka lewat manggung harus menyesuaikan kegiatan masing-masing. “Kabari jauh hari, itu pun harus koordinasi apakah di antara kami ada yang punya waktu kosong,” katanya. (*)

Edisi khusus legenda Nasida Ria, tim liputan : Peramu data Ulil Albab Alsidiqi, Penulis Edi Faisol, Ilustrasi Abdul Arif.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here