BERBAGI
Ilustrasi pencegahan korupsi. (Foto pixabay.com)

Tarip parkir yang dipungut pada hari Minggu 9 Juni 2019, Rp 30 ribu hingga Rp 50 ribu.

Serat.id – Dinas Perhubungan Kota Semarang menangkap seorang Juru Parkir (Jukir) liar di kawasan Klenteng Sam Poo Kong, Sampangan, karena memungut biaya di luar batas tarif yang ditetapkan. Tercatat tarip parkir yang dipungut pada hari Minggu 9 Juni 2019, Rp 30 ribu hingga Rp 50 ribu.

“(Alasan melakukan penertiban) yang pertama sangat meresahkan masyarakat karena (biaya parkir) diluar kewajaran dan yang kedua kami juga temukan kuitansi secara pihak dikeluarkan, padahal itu tidak boleh,” ujar Kepala Dishub Kota Semarang, Endro P Martanto.

Menurut Endro, juru parkir liar tersebut selanjutnya diserahkan ke Polres Semarang Barat karena diduga melakukan unsur pemaksaan dalam melakukan penarikan biaya parkir.

“Kami juga sudah menghimbau kepada pengelola parkir resmi di  Sam Poo Kong agar memberi himbauan untuk memasang MMT, kepada pengunjung agar parkir di tempat resmi yang ditentukan,” ujar Endro menambahkan.

Selain penertiban di kawasan wisata Sam Po Kong, Dishub Kota Semarang, kata Endro, juga telah dikukan penertiban  di Kawasan Pusat Oleh-Oleh Pandanaran dan  Taman Indonesia Kaya, sejak Sabtu, 8 Juni 2019 hingga Minggu, 9 Juni 2019.

Ia menjelaskan titik- titik parkir di Kota Semarang ini cukup banyak, namun ia mengakui keterbatasan personel, sehingga penindakan dilakukan jika ada aduan seperti yang terjadi di kawasan wisata Sam Po Kong.

“Silahkan saja diberi laporan sehingga bisa kita tindak lanjuti seperti itu,” katanya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here