BERBAGI
Ilustrasi parkir, pixabay.com

Kasus pemerasan parkir kendaraan di lokasi wisata ziarah kota semarang tak hanya kali ini saja, sebelumnya juga terjadi di kawasan Kelenteng Sam Poo Kong

Serat.id – Peziarah makam Kyai Sholeh Darat di kawasan pemakaman umum Bergota Kota Semarang mengaku sering dipalak oleh Juru Parkir (Jukir) liar.  Kasus pemerasan parkir kendaraan di lokasi wisata ziarah kota semarang tak hanya kali ini saja, sebelumnya juga terjadi di kawasan Kelenteng Sam Poo Kong.

“Saya diminta uang parkir, saya beri Rp 20 ribu. Mereka minta tambah, saya tambahi Rp 5 ribu. Masih minta lagi. Terpaksa saya harus memberi Rp 50 ribu. Itupun masih mendapat omelan dari mereka,” ujar Ahmad Mustafid, peziarah dari Yogya, belum lama ini.

Berita terkait : Pungut Biaya Tinggi, Jukir Liar ditangkap

Ia mengaku sedih dengan kenyataan tersebut. Bahkan ia pernah membawa rombongan santri  satu bus, berziarah di makam Kyai Sholeh Darat malam hari. Meski bus yang dia bawa sudah dijaga sendiri oleh sopir dan kernet, tapi dia dimintai uang oleh sekelompok pemuda dengan dalih uang parkir.

Mustafid memberikan selembar  uang Rp 20 ribu ke para pemuda tersebut. “Tetapi mereka minta tambah. Gelagatnya  memaksa,” kata Mustafid menambahkan.

Pengalaman serupa dialami Atok, peziarah asal Malang, Jawa Timur. Dia pernah membawa rombongan tujuh  bus berziarah ke Bergota. Usai berdoa di malam Kyai Sholeh Darat, dia didatangi tiga orang pemuda yang mengaku warga sekitar makam.

“Para pemuda itu langsung meminta uang Rp 350 ribu. Yaitu menarik uang parkir untuk 7 bus, per bus Rp 50 ribu,” kata Atok.

Namun Atok menolak permintaan itu yang justru terjadilah kericuhan. “Ramai sampai terjadi keributan dari adu mulut,” kata Atok menjelaskan.

Insiden yang ia alami saat itu ditengahi seorang anggota polisi saat itu. Para preman itu akhirnya mau menerima uang Rp 200 ribu.

Walikota Semarang Hendrar Prihadi yang sering hadir di acara Haul Kyai Sholeh Darat tiap tahun, telah memerintahkan jajarannya untuk menangani masalah tersebut. Keluhan masyarakat telah didengar dan diperhatikan.

“Pada Selasa (11/6/2019),  bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkot Semarang telah menggelar rapat di Balaikota untuk merespon persoalan parkir di Bergota,” kata Hendrar Prihadi.

Menurut Wali Kota yang akrab diaspa Hendy itu rapat menghadirkan unsur Dinas Perhubungan, Satuan Polisi Pamong Praja, Polsek Semarang Selatan, Koramil Semarang Selatan, Camat Semarang Selatan, Lurah Randusari, serta panitia Haul Kyai Sholeh Darat. Dari rapat tersebut direkomendasikan agar memberi pembinaan kepada para juru parkir. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here