BERBAGI
Diskusi publik “Menjaring Calon Pimpinan KPK Berintegritas dari Jawa Tengah” di Kampus Undip Tembalang, Rabu, 19 Juni 2019.

Serat.id- Panitia seleksi Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) jemput bola ke sejumlah daerah.Jawa Tengah menjadi salah satu jujugan.

Anggota tim panitia seleksi pimpinan KPK, Prof Hamdi Muluk menyebutkan, proses penjaringan dilaksanakan pada 17 Juni – 4 Juli 2019.

“Salah satunya dengan sosialisasi kegiatan di hari ini,” katanya saat diskusi publik bertema “Menjaring Calon Pimpinan KPK Berintegritas dari Jawa Tengah” yang difasilitasi oleh Pattiro Semarang, Magister Ilmu Politik (MIP) UNDIP dan Transparancy Internasional Indonesia di kampus Undip, Rabu, 19 Juni 2019.

Hamdi memberikan sosialisasi pendaftaran calon kepada akademisi. Di antaranya dari UNDIP, UNNES, Unika Soegiyapranata, dan UIN Walisongo. Juga perwakilan lembaga swadaya masyarakat, insan media, dan mahasiswa.

Hamdi mengatakan, berkas pendaftaran dapat dikirim langsung ke kantor tim seleksi di setneg atau bisa registrasi online dulu. Persyaratan dan formulir bisa diunduh di laman www.setneg.go.id.

“Syarat dan tatacara pendaftaran terlampir ini, berdasarkan UU 30 tahun 2012 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (KPK),” katanya.

Selain dari tim pansel, akademisi Fisip Undip, Dr. Muhammad Adnan, MA dan aktivis TI Indonesia, Agus Sarwono juga didapuk sebagai narasumber.

Dalam kesempatan itu, Agus Sarwono menyampaikan 5 hasil temuan riset TI Indonesia terkait pimpinan KPK periode ini. Ia menyebutkan, anggaran untuk KPK RI saat ini masih rendah. SDM juga terbatas.

“Strategi pencegahan perlu diperkuat. Kinerja penindakan minim (16 kasus besar mandeg) dan perlunya konsolidasi internal organisasi,” katanya.

Sementara itu, sebagai akademisi Adnan sudah mengajak tokoh-tokoh relasinya untuk mendaftar calon pimpinan KPK. Ia berharap seluruh tokoh yang hadir dalam diskusi mendaftar atau minimal mengajak tokoh-tokoh potensial.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here