BERBAGI
Pekerja PT Roda Makmur Sentosa saat berdemonstrasi di perusahaanya, mereka minta dipekerjakan kembali. Tamam/serat,id

Pelanggaran hak-hak buruh yang selama ini dilakukan PT Roda Makmur Sentosa, di antaranya menghalangi melaksanakan sholat, memakai jilbab bagi buruh perempuan yang beragama Islam, pengajuan cuti sakit yang dipersulit dan penerapan sistem kerja kontrak

Serat.id – Jaringan Masyarakat Sipil Jawa Tengah bersama LBH Semarang  dan Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM), menggelar aksi demonstrasi di halaman PT Roda Makmur Sentosa. Mereka menuntut agar karyawan yang diPHK secara sepihak dipekerjakan kembali.

“Padahal selama bekerja di PT Roda Makmur Sentosa, keenam orang karyawan itu tidak pernah melakukan kesalahan yang dapat menjadi alasan pengenaan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK),” kata Mulyono, kordinator aksi saat demontrasi, Senin 24 Juni 2019.

Berita terkait : Buruh Industri Sepeda Catat Perselisihan Hubungan Industrial

Harga Sembako Melonjak, Buruh Demo Istana

Pelecehan Seksual Buruh Garmen Perempuan Sistematis

Menurut Mulyono saat negosiasi, PT RMS yang diwakili oleh pimpinan perusahaan menyampaikan alasan PHK adalah untuk efisiensi. “Namun ketika ditanya alasan efesiensi detail perusahaan tidak dapat menjelaskan,” kata Mulyono menambahkan.

Tercatat karyawan yang dipecat di antaranya Muntohir dan lima orang rekannya sebagai Pengurus Serikat Buruh Bycecle Industri (SBBI), yang berafiliasi dengan Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI).

Mulyono juga menyampaikan pemecatan itu sebagai pemberangusan serikat atau union busting. GERAM melawan pelanggaran hak-hak buruh yang selama ini dilakukan PT Roda Makmur Sentosa, di antaranya menghalangi melaksanakan sholat, memakai jilbab bagi buruh perempuan yang beragama Islam, pengajuan cuti sakit yang dipersulit dan penerapan sistem kerja kontrak bagi buruh yang bekerja pada bagian inti produksi perusahaan.

“Bahkan ada informasi bahwa terdapat beberapa ekor anjing yang diduga digunakan untuk menggangu buruh yang hendak melaksanakan ibadah sholat,”  kata Mulyono menjelaskan.

Baca juga : Perusahaan Media Paling Banyak Diadukan Soal THR

Ironis… Dua Tahun 15 Pekerja Media Tidak Mendapat THR

Aktivis LBH Semarang , Herdin Pardjoangan, mengatakan PT Roda Makmur Sentosa juga melanggar Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2000 tentang Serikat Pekerja. “Selain itu juga telah melanggar ketentuan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan yang menjaminan perlindungan hak buruh,” kata Herdin.

Herdin menyatakan pekrja menuntut hak-hak normatif buruh berupa upah pokok dan upah lembur sesuai ketentuan yang berlaku, serta mengangkat para buruh PT Roda Makmur Sentosa menjadi pekerja tetap.

“Berikan kebebasan berserikat kepada buruh PT Roda Makmur Sentosa, dan penuhi hak buruh perempuan untuk menjalankan ibadah sholat dan memakai jilbab” katanya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here