BERBAGI
Suhu menunjukan minus 9 derajat dikawasan candi Arjuna, Anin/serat.id

Banyak wisatawan yang datang dari beberapa daerah di Jawa dan rela menunggu berhari-hari untuk melihat kemunculan embun es.

Serat.id –  Fenomena membekunya embun menjadi es tidak hanya terjadi di dataran Eropa saat menjelang musim dingin. Di dataran tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara Jawa Tengah, terdapat fenomena alam berupa embun es membeku  saat puncak musim kemarau seperti sekarang. Fenomena alam ini terjadi di kawasan dataran tinggi Dieng di suhu udara di bawah nol derajat.

“Embun biasanya muncul di kawasan candi Arjuna, tadi pagi muncul lagi pada suhu minus enam derajat Celcius,”  kata Kepala UPT Dieng, Aryadi Darwanto, kepada serat.id Selasa, 25 Juni 2019.

Berita terkait : Embun Es Dongkrak Animo Pengunjung Dieng Culture Festival

Cerita Hilangnya 108 Candi di Kawasan Dieng

Aryadi menyebutkan membekunya embun di pagi hari, di kawasan Dieng menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin melihat dan merasakan langsung embun es bak salju di tanah Jawa.

Menurut dia sebelumnya embun es muncul hingga suhu minus sembilan derajat Celcius pada Senin 24 Juni kemarin. Embun es telah muncul sebanyak 12 kali dalam tahun 2019, membuat kunjungan wisatawan melonjak. Banyak wisatawan yang datang dari beberapa daerah di Jawa dan rela menunggu berhari-hari untuk melihat kemunculan embun es.

” Wisatawan rela menunggu berhari-hari hanya untuk merasakan embun es disini,” Kata Arya menambahkan.

Menurut Arya embun es akan muncul di pagi hari  jika cuaca di kawasan Dieng cerah pada sore hari hingga malam sebelumya, kemudian muncul kabut tebal sehingga pagi harinya suhu menjadi minus nol derajat.

Fenomena  alam itu diakui tak sering terjadi di musim kemarau, termasuk munculnya embun es di pertengahan bulan Juni 2019  saat suhu udara mencapai minus sembilan derajat. Hal itu tidak hanya membekukan kawasan Candi saja, namun hingga sampai di pemukiman warga dan membekukan tanaman kentang warga di kawasan Dieng.

Hama tanaman kentang

Bagi warga Dieng Fenomena membekunya embun es sering disebut dengan Bun upas atau embun beracun karena mampu membunuh tanaman kentang yang ditanam .

” Embun upas taun ini telah sampai di kebun kentang warga meski masih tipis,” Ujar Kepala Desa Dieng Kulon, Slamet.

Slamet menceritakan Bun upas akan mematikan tanaman kentang yang masih muda serta sayuran lainnya,  setiap tahun fenomena Bun upas menjadi momok tersendiri bagi para petani. Petani akan waspada jika suhu dikawasan Dieng mencapai minus lima derajat.

” Jika dihitung sudah ada satu hektar kebun yang kena bun upas,” Kata Slamet.

Biasanya petani akan menutupi tanaman dengan menggunakan kantong plastik atau menggunakan pohon-pohonan seperti tanaman glonggong dan bambu, untuk mengantisipasi Bun upas yang menyelimuti perkebunan dan tanaman warga.

” Tanaman kentang di tutupi plastik agar tidak bersentuhan langsung dengan Bun upas,” katanya.

Cerita lokal menebutkan kawasan Dieng dari asal kata Dhiyang atau Khayangan berada di dataran tinggi dengan ketinggian 2 ribu meter diatas permukaan laut.  Dieng dipercaya menjadi tempat bersemayamnya dewa-dewi, terletak di perbatasan Kabupaten Banjarnegara dan Kota Wonosobo.

Di kawasan itu terdapat Candi Arjuna yang menjadi Iconic tempat tersebut dan juga Bun upas yang mematikan bagi tanaman warganya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here