BERBAGI
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi usai melantik kepengurusan baru KONI Kota Semarang periode 2019-2013, di Gedung Moch. Ichsan, Balaikota Semarang, Jumat, 5 Juli 2019. (Ulil/Serat.id)

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi usai melantik kepengurusan baru KONI Kota Semarang periode 2019-2013, di Gedung Moch. Ichsan, Balaikota Semarang, Jumat, 5 Juli 2019. (Ulil/Serat.id)

Serat.id– Wali Kota Semarang, Hendar Prihadi meminta kepada  KONI Kota Semarang untuk memperhatikan nasib atlet berprestasi yang memutuskan pensiun.

“Banyak cerita sedih mengenai hal ini, juara olimpiade tuanya jadi apa, juara dunia petinju tuanya jadi apa, itu masih sering,” ujar Hendi usai melantik kepengurusan baru KONI Kota Semarang periode 2019-2013, di Gedung Moch. Ichsan, Balaikota Semarang, Jumat, 5 Juli 2019.

Hendi mengatakan Pemkot Semarang sebenarnya mengakomodir atlet tersebut untuk menjadi pegawai non-ASN, namun jumlahnya terbatas.

Baca juga: Kota Semarang Fokuskan Jadi Kota Atlet

“KONI Semarang kan punya mitra banyak, di Semarang ini kan banyak perusahaan perusahaan yang  anggotanya Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, tinggal dikomunikasikan (agar atlet tersebut dapat bekerja) sesuai aspek dan standar perusahaan,” ujarnya

Ketua Umum KONI Kota Semarang periode 2019-2023, Arnaz Agung Andrarasmara mengatakan siap mengakomodir permintaan Hendi dengan meminta perusahaan menjadi orang tua asuh bagi atlet supaya dapat bekerja.

“Sebenarnya pegiat-pegiat olahraga dan  perhatian dari KONI Semarang, kita mencoba mencarikan sebuah peluang lapangan pekerjaan,” ujarnya.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here