BERBAGI

Serat.id– Terdakwa Kasus dugaan suap Bupati Jepara non aktif Ahmad Marzuqi kepada Hakim Lasito selama melakukan suap menggunakan kode bahasa suap Besaran uang suap dengan istilah.

Korupsi suap
Ilustrasi suap. (pixabay)

Anggota DPRD Kabupaten Jepara, Agustus Sutina yang menjadi saksi dalam persidangan mengungkapkan kode bahasa besaran uang suap menggunakan istilah “Lembar” dan ” Bab” . Berdasarkan kesaksian Agus, kode tersebut dilakukan saat berkomunikasi dengan Ahmad Hadi yang saat itu menjadi advokat Bupati Jepara untuk menangani kasus Suap terhadap Lasito.

“Karena itu soal uang , jadi saya tidak enak jika membicarakan secara blak-blakan,” ujar Agus di Pengadilan Tipikor Semarang Selasa, 08 Juli 2019.

Agus melanjutkan, waktu itu ia diminta Marzuqi untuk membicarakan rencana pemenangan praperadilan yang akan diajukan Bupati tersebut. Termasuk membahas terkait fee yang harus diserahkan ke Lasito selaku hakim tunggal yang bakal mengadili.

Beberapa kode yang digunakan diantaranya adalah 1000 lembar yang berarti Rp 1 miliar, 500 lembar yang berarti Rp 500 juta, 5 bab yang berarti Rp 500 juta dan 2 bab yang berarti Rp 200 juta.

Dalam kesempatan itu, Agus juga membeberkan tentang pemberian uang suap yang dilakukan secara bertahap. Yang pertama sebesar Rp 500 juta, sedangkan yang kedua Rp 200 juta yang diberikan dalam bentuk 16 ribu dolar AS.

“Uang diberikan secara bertahap, agar lebih mudah dibawa, Bupati juga sempat bilang karena pas pemberian pertama terkesan terlalu banyak,” jelasnya.

Bupati Jepara dijerat dengan pasal 5 dan 6 ayat 1 huruf a UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP sebagai dakwaan pertama, pasal 5 ayat 2 huruf a UU Nomor 20 tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Ahmad Marzuqi merupakan Bupati Jepara periode 2017-2022 yang ditetapkan oleh KPK sebagai tersangka atas kasus suap terhadap Hakim Pengadilan Negeri Semarang Lasito. Ahmad Marzuki menyuap Lasito sebesar 700 juta atas perkara korupsi Banpol PPP Jepara yang ditangani oleh Penyidik Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah agar tidak ditindaklanjuti lagi.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here