BERBAGI
Gedung bersejarah milik Kantor PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) di Jalan Pengapon, Kemijen, Semarang Timur,  Kota Semarang terbakar Rabu, 10 Juli 2019. (Ulil/ serat.id)

Gedung bersejarah milik Kantor PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) di Jalan Pengapon, Kemijen, Semarang Timur,  Kota Semarang terbakar Rabu, 10 Juli 2019. (Ulil/ serat.id)

Serat.id– Pakar Tata Ruang Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang, Tjahjono Rahardjo menyayangkan terjadinya kebakaran gedung bersejarah milik PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) di Jalan Pengapon, Kemijen, Semarang Timur,  Kota Semarang, Rabu, 10 Juli 2019. Gedung tersebut sempat digunakan untuk kantor Semarang-Joana Stoomtram (SJS) Maatschappij.

Menurut Tjahjono, untuk pencegahan kebakaran, seharusnya cagar budaya di Kota Semarang memiliki Alat Pemadam Kebakaran (APAR) dan jalur penyelamatan.   

“Yang masih dikhawatirkan (saat ini) penanganan bahaya kebakaran masih lemah di Cagar Budaya  Kota Semarang,” ujar Tjahjono ketika dihubungi serat.id

Menanggapi hal tersebut, Manajer Humas PT KAI Daop 4 Semarang, Krisbiyantoro mengatakan penyediaan APAR hanya terdapat pada bangunan yang masih aktif digunakan PT KAI. Sedangkan untuk bangunan yang tidak digunakan, PT KAI hanya menugaskan penjaga keamanan.

“Fungsi sekuriti (yakni) penjaga aset apa yang ada di situ, lampu dan air  masih tersedia  (akan tetapi) minim sekali, tidak perlu perawatan yang khusus, “ ujarnya.

Untuk diketahui kebakaran gedung tersebut terjadi pada pukul 00.20 WIB akibat arus pendek. Penanganan kebakaran tersebut dilakukan 3 pemadam kebakaran dan berhasil dipadamkan pada pukul 04.45 WIB. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here