BERBAGI
Gedung bersejarah milik Kantor PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) di Jalan Pengapon, Kemijen, Semarang Timur,  Kota Semarang terbakar Rabu, 10 Juli 2019. (Ulil/ serat.id)

Gedung bersejarah milik Kantor PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) di Jalan Pengapon, Kemijen, Semarang Timur,  Kota Semarang terbakar Rabu, 10 Juli 2019. (Ulil/ serat.id)

Serat.id– Tjahjono Raharjo, pakar tata ruang Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang mengatakan bangunan milik PT KAI yang terbakar di Jalan Pengapon, Kemijen, Semarang Timur, Kota Semarang, Rabu, 10 Juli 2019, memiliki nilai sejarah yang tinggi.

Menurut Tjahjono yang pernah menjabat sebagai koordinator Indonesia Railway Preservation Society (IRPS), gedung tersebut berdiri sekitar tahun 1880-an dan digunakan untuk kantor Semarang-Joana Stoomtram (SJS) Maatschappij dan bengkel trem .

“Jadi pertama kali SJS itu trem, dengan jalur Jurnatan-Jomblang, Jurnatan-Bulu sampai Banjir Kanal, kemudian jalurnya Semarang-Demak – Kudus – Pati – Rembang sampai ke Cepu,” ujarnya.

Tjahjono menjelaskan SJS berakhir ketika masa kependudukan Jepang pada tahun 1942.  “Semua jalur kereta api menjadi satu perusahaan pemerintah, pada masa pendudukan Jepang,“ ujarnya.

Memasuki kemerdekaan, kata Tjahjono, bengkel kereta api tersebut masih aktif digunakan. Bengkel kereta api tersebut, kata Tjahjono mulai tidak digunakan ketika terjadi penutupan jalur Kudus dan Rembang.

“Meskipun kosong saat itu gedung masih berdiri, kemudian pada masa reformasi terjadi penjarahan besar-besaran terhadap bengkel itu, sekarang habis tinggal rawa dan satu rangka bangunan,” ujarnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here