BERBAGI
Sejumlah jemaah calon haji mengikuti bimbingan manasik haji di Kota Semarang.
Sejumlah jemaah calon haji mengikuti bimbingan manasik haji di Kota Semarang.

Serat.id – Jamaah haji asal Kota Semarang diminta untuk tidak memaksakan mencium Hajar Aswad saat melaksanakan ibadah haji di Mekah.

Larangan itu dengan alasan untuk keselamatan jamaah saat berdesak-desakan dengan jamaah lain dari berbagai dunia.

“Badan kita secara kodrati berbeda dengan badan warga negara Turki dan negara-negara  (yang berada di) Afrika yang memiliki badan besar-besar,” ujar Asisten Dua Kota Semarang, Dokter Widoyono, belum lama ini.

Berita terkait : Tahun Ini Semarang Berangkatkan 8 Kloter Jamaah Haj 

701 Jemaah Haji Asal Kota Semarang Lolos Tes Kesehatan

1.919 Calon Haji Semarang Berangkat 5 Agustus

Menurut Widoyono jamaah haji dapat memanfaatkan fasilitas berupa bis yang mengantarkan dari penginapan jamaah haji hingga ke masjid.  “Kemudian makanannya (yang kita sediakan) jauh lebih bagus dan jauh lebih enak,” ujar Widoyono, menambahkan.

Ia juga berpesan kepada petugas haji untuk dapat melayani jamaah haji dalam beribadah. apa lagi, menurut dia pemerintah Kota Semarang selalu berusaha untuk memfasiltasi agar jamaah haji dapat beribadah dengan khusyuk dan lancar.

Tercatat pada tahun 2019 Kota Semarang memberangkatkan sebanyak 1931 jamaah haji yang merupakan jamaah haji terbanyak di Provinsi Jawa Tengah. Jamaah haji tersebut diberangkatkan sebanyak delapan kloter yakni 83,84,85,86,87 dan kloter 89. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here