BERBAGI
Jumpa pers pimpinan pelindo. Ulil/serat.id

Akan ditanggung asuransi  sampai kepada pihak ketiga yang mengalami kerusakan

Serat.i – PT Pelindo III menaksir kerugian insiden tabrakan kapal MV Soul of Luck mencapai sekitar Rp 60 miliar. Kerugian tersebut mencakup  satu unit kontainer krane, tiga head truck, 14 unit kontainer,  satu buah bolder atau pengikat kapal dermaga, termasuk enam fender, serta beberapa goresan kecil di dermaga.

“(Kerugian itu) akan ditanggung asuransi  sampai kepada pihak ketiga yang mengalami kerusakan. Namun juga akibat dampak seperti pengguna jasa (yang mengalami keterlambatan), “ ujar Doso Agung, Direktur Utama PT Pelindo III , awal pekan pertengahan Juli 2019 lalu.

Menurut Agung, dalam waktu dua minggu kedepan PT Pelindo III berencana untuk memindahkan kontainer krane pelayaran domestik ke pelayaran internasional. Agung menjelaskan insiden tersebut akan berdampak pada kecepatan pelayanan bongkar muat yang menurun sebesar 5-10 persen.

“Kami tetap akan melayani dan akan memberikan strategi untuk operasional sehingga tidak akan terjadi keterlambatan pemuatan kontainer,” ujar Agung menambahkan.

Menurut dia, PT Pelindo III hanya akan mendatangkan kontainer krane untuk kegiatan domestik apabila terjadi keterlambatan operasi dari ambang batas toleransi mencapai 15 persen. Tercatat salah satu perusahaan plat merah yang mengurusi pelabuhan itu memiliki beberapa kontainer krane di Surabaya, yang disiapkan sebagai tambahan untuk kegiatan domestik jika terjadi keterlambatan operasi.

Sebelumnya Kapal MV Soul of Luck mengalami kecelakaan hingga merobohkan satu unit krane nomor 3 pada Minggu, 14 Juli 2019 pukul 17.10 WIB.

Insiden tersebut mengakibatkan satu orang korban luka atas nama Heri Setiawan, operatur truk dan sempat membuat aktivitas bongkar muat terhenti selama tiga jam hingga pukul 20.39 WIB. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here