BERBAGI
Pelatihan jurnalisme investigasi, AJI Jakarta dan lembaga donor Hivos Sabtu, 20 Juli 2019. Dafi/serat.id

Demi meningkatkan transparansi anggaran serta pengadaan barang dan jasa pada sektor pendidikan dan kesehatan.

Serat.id – AJI Jakarta dan lembaga donor Hivos mengaajak Jurnalis Semarang menginvestigasi anggaran publik di Kota Semarang. Langkah itu dilakukan dengan  menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Jurnalisme Investigasi dan Roadshow Jurnalisme Warga di ibu kota Provinsi Jateng.

“Demi meningkatkan transparansi anggaran serta pengadaan barang dan jasa pada sektor pendidikan dan kesehatan,” kata Ketua AJI Jakarta, Asnil Bambani Amri, saat pelatihan jurnalisme investigasi, Sabtu, 20 Juli 2019.

Asnil menyebutkan kegiatan ini dilaksanakan melalui program Strengthening Public Services through the Empowerment of Women-led Advocacy and Social Audit Networks (SPEAK) itu demi meningkatkan transparansi anggaran serta pengadaan barang dan jasa pada sektor pendidikan dan kesehatan.

Tercatat pada tahun 2019 ini  pelatihan jurnalisme investigasi dan roadshow jurnalisme warga ini akan dilaksanakan di tiga kota: Semarang, Bojonegoro dan Jakarta. “Di Semarang, kegiatan ini diselenggarakan pada tanggal 19 hingga 21 Juli 2019,” kata asnil menambahkan.

Baca juga : AJI Dorong Kampus Kembangkan Jurnalisme Data

Sikap AJI Empat Kota Terkait Pelaporan Serat.id

Pelatihan jurnalisme investigasi ditujukan untuk meningkatkan kapasitas jurnalis lokal di setiap daerah. Di antara jurnalis yang dilatih, akan dipilih 2 jurnalis dari masing-masing kota untuk mendapatkan beasiswa peliputan (fellowship) guna menghasilkan liputan investigasi yang akan dipublikasikan melalui media lokal ataupun nasional.

Adapun dalam roadshow jurnalisme warga, masyarakat akan didorong untuk melakukan monitoring marathon atau pengawasan publik secara berkelanjutan, dengan membagikan informasi terkait potensi pelanggaran di daerahnya melalui media sosial dan aplikasi JAGA.

“Sedangkan di antara warga yang berbagi informasi melalui kanal tersebut, akan dipilih 6 orang untuk mendapatkan penghargaan atas partisipasinya dalam melakukan pengawasan publik,” kata Asnil menjelaskan.

Latar belakang diadakannya pelatihan ini yakni untuk mendorong pemberantasan korupsi. Perilaku korupsi akan merajalela saat transparansi dan keterbukaan informasi terkait anggaran dan pengadaan barang dan jasa terabaikan. Hal itu semakin buruk jika publik dan jurnalis memiliki banyak kendala untuk melakukan pengawasan secara optimal. 

“Selain akses informasi, warga dan jurnalis kesulitan dalam melakukan pengawasan dan membuat aduan pelanggaran karena di tingkat regulasi, penyusunan laporan pelanggaran harus menyertakan bukti-bukti hukum,” katanya.

Program Development Manager Freedom and Accountability Hivos Asia Tenggara, Ilham Saenong, menjelaskan fokus isu dari kegiatan ini adalah pengawasan sektor pendidikan dan kesehatan, utamanya yang berkaitan dengan anggaran responsif gender (ARG) dan implementasinya di kedua sektor tersebut. Termasuk keterlibatan aktif perempuan sangat diharapkan dalam pengawasan ini.

“Pengadaan barang jasa, khususnya yang terkait pelayanan publik sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan warga,” kata Ilham.

Menurut dia, perempuan merupakan aktor penting dan bukan hanya penerima manfaat, untuk memastikan bahwa pelayanan publik, misalnya dalam bentuk obat-obatan, sarana pendidikan, asupan gizi tambahan, dan lain-lain dari negara benar-benar sampai kepada seluruh warga. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here