BERBAGI
Kampung Jurang Belimbing tepatnya di RW 04 Kelurahan Tembalang,
Kecamatan Tembalan. Demitri/Serat.id

“Kampung ini memiliki kesenian tradisional dari jaman penjajahan yang masih bertahan hingga sekarang,”

Serat.id – Kampung Jurang Belimbing tepatnya di RW 04 Kelurahan Tembalang, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang terdaftar sebagai kampung tematik seni dan budaya. Penetapan kampung itu telah dilakukan sejak tahun 2017 lalu.

“Kampung ini memiliki kesenian tradisional dari jaman penjajahan yang masih bertahan hingga sekarang,” kata Suprianto, Ketua RW Kampung Jurang Belimbing, kepada serat.id, belum lama ini.

Baca juga : Ini Dia, Kampung Kolang-kaling di Semarang

Pelancong Amerika Serikat Kagumi Batik Semarangan

Menurut dia Kampung Belimbing memiliki sejarah yang panjang hingga kini menjadi kampung tematik. Tercatat kampung itu dulu merupakan medan perang, jadi warga banyak yang mengungsi.

“Hingga setelah perang usai, warga kembali ke kampung ini dan membuat kesenian ketoprak dan kuda lumping”, ujar Suprianto menambahkan.

Tercatat relokasi yang dilakukan oleh Kampus Universitas Diponegoro ke kawasan Tembalang menyebabkan beberapa pelaku seni memutuskan untuk pindah dari kampung Jurang Belimbing hingga menyisakan beberapa tokoh seni saja yang masih bertahan.

Kampung itu menggelar pertunjukan kuda lumping yang setiap tiga  bulan sekali diadakan di panggung warga di RT 01. Di panggung ini pula, setiap tahun diadakan pertunjukan ketoprak yang di pentaskan oleh pelaku seni di Kampung Jurang Belimbing, bersama dengan pemuda-pemudi Karang Taruna.

Terdaftarnya Kampung Jurang Belimbing ini menjadi kampung tematik memberikan dampak kepada warga. Anik, warga yang tinggal selama 35 tahun di kampung ini mengungkapkan, bahwa kini kampung seni dan budaya semakin dikenal oleh masyarakat.

“Beberapa waktu yang lalu bahkan ada turis dari Perancis yang datang untuk menonton pertunjukan kuda lumping.” ujar Anik.

Selain Pemkot Semarang, mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN) dari Universitas Diponegoro juga turut serta membantu pembangunan dan publikasi dari Kampung Tematik Seni dan Budaya ini. Sekarang, Suprianto terus berupaya untuk menyiapkan kampung ini agar menjadi destinasi wisata yang lebih baik. (*) DIMITRI JANITRA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here