BERBAGI

Serat.id – Kondisi pantai Tirang yang berlokasi di Tugurejo, Kecamatan Tugu, Semarang terlihat memprihatinkan. Selain kotor, keberadaan ekosistem seperti ikan sulit didapat oleh pemancing. Kondisi itu tak sesuai dengan identitas kota yang berada di salah satu pesisir laut Jawa.

Kondisi pantai Tirang yang berlokasi di Tugurejo, Kecamatan Tugu, Semarang terlihat memprihatinkan.  (Dimitri Janitra/ serat.id)

Kondisi pantai Tirang yang berlokasi di Tugurejo, Kecamatan Tugu, Semarang terlihat memprihatinkan. (Dimitri Janitra/ serat.id)

“Ikannya pun kena racun semua, seharian mancing lebih banyak dapat sampahnya”, kata Tatang, seorang pemancing saat ditemui serat.id di pantai Tirang, Rabu 24 Juni 2019.

Tatang hanya mendapat tiga ekor ikan kecil saat mancing di pantai tersebut sejak pukul 12.00 hingga pukul 16.00 petang. Tatang mengaku kerap memancing di beberapa pantai di Semarang, mengaku sulit mendapatkan ikan di kawasan pantai Tirang.

Pantai Tirang sempat menjadi salah satu tempat wisata favorit dikunjungi warga. Sebelumnya juga menjadi tempat pemancingan strategis untuk memburu ikan kakap putih atau baramundi

di pantai tersebut. Namun kini, nasib pantai ini kian memprihatinkan, banyaknya sampah yang menumpuk ditepi pantai sehingga merusak keindahan kawasan wisata yang dikelola oleh warga setempat itu.

Hasil pantuan serat.id kondisi pantai Tirang banyak sampah yang menumpuk. “Di sini banyak buangan limbah pabrik membuat kualitas ikan di sekitaran pantai ini kian memburuk,” kata Tatang menjelaskan.

Selain itu akses jalan menuju pantai yang kurang baik menjadi salah faktor berkurangnya pengunjung yang datang ke pantai ini. Akses jalan ke pantai ini melewati jembatan sederhana, yang hanya bisa diakses oleh kendaraan roda dua. Pengunjung juga harus melalui jalan berbatu sepanjang 1 kilometer untuk mencapai pantai.

Agus, satu-satunya pedagang di Pantai Tirang mengaku dulu warga pengelola pantai dengan memanfaatkan jembatan sederhana yang sebelumnya berfungsi untuk proyek pembangunan. Jembatan itu menjadi satu-stunya akses kendaraan roda empat bisa mencapai pantai.

Namun pada 2009, jembatan dibongkar seiring dengan selesainya proyek pembangunan tersebut. “Jangankan mobil, Truk juga dulu bisa sampai sini.”kata Agus.

Agus mengatakan pantai ini juga kian tergerus abrasi hal itu dibuktikan12 tahun lalu ketika pertama kali ia berkunjung di pantai Tirang.

“Ujung pantainya masih disana jauh” kata Agus sambil menunjuk salah satu batas pantai terdahulu yang jaraknya sekitar 100 meter dari pantai yang sekarang. Namun kini lebih air pantai lebih mendekati daratan sehingga area pasir pantainya semakin sempit. (Dimitri Janitra/ Magang)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here