BERBAGI
Ilustrasi furniture pixabay.com

Keberadaan sejumlah produk itu mempererat kerjasama bilateral yang dijalin Indonesia dan Rumania selama 70 tahun terakhir

Serat.id – Mebel kayu jati khas Jepara dan kopi  jadi primadona di Rumania dan Moldova, hal itu diakui oleh Duta Besar LBBP Republik Indonesia untuk Rumania dan Republik Moldova, M Amhar Azeth.  Menurut Azeth, keberadaan sejumlah produk itu mempererat kerjasama bilateral yang dijalin Indonesia dan Rumania selama 70 tahun terakhir.

“Banyak dari mereka yang bertanya, dulu mereka mengenal mebel kayu jati dari Jepara, tetapi kenapa sekarang tidak ada lagi. Padahal potensi untuk menyerap produk Jepara itu kuat sekali,” kata M Amhar Azeth,  saat beraudiensi dengan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sri Puryono, di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin 29 Juli 2019.

Berita terkait : Menengok Produk Unggulan UMKM Semarang di UMKM Galeri

Target Kunjungan Jateng Fair 2018 Meleset

Menurut Azeth, kayu jati sudah dikenal di Eropa sejak zaman Belanda di Eropa. “Mebel tidak hanya yang ukiran, yang solid pun mereka suka,” kata Azeth menambahkan.

Azeth menyatakan negaranya akan menyelenggaraan Indonesian Festival 2019 pada pertengahan September mendatang, ia ingin komoditas unggulan Nusantara dapat memikat hati warga Rumania dan Moldova.

“Pada saat kepemimpinan Presiden Soekarno, kerjasama yang dijalin saling menguntungkan dengan adanya barter. Kita mengirim karet dan kopi, namun kerjasama itu kemudian sempat terhenti,” kata Azeth menjelaskan.

Rumania sekarang membuka pintu itu, mereka terbuka dengan produk-produk Indonesia dan event Indonesian Festival 2019 yang diklaim terbesar setelah sepuluh tahun berlalu.

Amhar membeberkan, sejumlah komoditas unggulan Nusantara banyak dilirik oleh warga Rumania dan Moldova. Salah satu di antaranya adalah mebel kayu jati khas Jepara. Selain itu, aksesori unik, seperti kacamata berbahan kayu jati, juga banyak diminati. Warga Rumania dan Moldova ingin Jawa Tengah dapat mengekspor lebih banyak kerajinan kayu jati ke negara mereka.

“Banyak dari mereka yang bertanya, dulu mereka mengenal mebel kayu jati dari Jepara, tetapi kenapa sekarang tidak ada lagi. Padahal potensi untuk menyerap produk Jepara itu kuat sekali. Kayu jati memang sejak zaman Belanda sudah dikenalkan di Eropa. Mebel tidak hanya yang ukiran, yang solid pun mereka suka,” bebernya.

Selain kerajinan kayu jati, Amhar menambahkan, produk kopi dan herbal Jawa Tengah juga menjadi primadona di hati warga Rumania dan Moldova.

“Kopi itu jawara, potensinya besar sekali. Selain itu, obat herbal justru Jawa Tengah menjadi pemain utama. Rumania cukup punya potensi untuk kita bangkitkan lagi sebagai mitra dagang, sesuai arahan pemerintan untuk menggiatkan ekspor kita dan menarik investasi,” lanjutnya.

Dijelaskan, Rumania memiliki pertumbuhan ekonomi berkisar tujuh persen, dengan jumlah penduduk 19 juta orang. Rumania dinilai strategis oleh perusahaan-perusahaan besar Eropa sebagai lokasi perakitan produknya, seperti perakitan kapal-kapal besar.

Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sri Puryono, menyambut baik langkah Rumania dan Moldova yang membuka lebar pintu kerjasama di bidang ekonomi dan investasi dengan Jawa Tengah. Melalui penyelenggaraan Indonesian Festival 2019.

“Langkah tersebut selaras dengan arahan Presiden Joko Widodo agar Jawa Tengah terus memacu pertumbuhan ekonomi hingga tujuh persen,” kata Sri Puryono.

Menurut  Sri Puryono, tawaran  itu sesuai dengan upaya Jawa Tengah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi selaras dengan arahan Presiden. “Dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi, memang kita betul-betul mendorong ekspor kita,” kata Sri Puryono menambahkan.

Sri menyebutkan hampir setiap kabupaten dan kota di provinsi Jateng memiliki varian kopi dengan cita rasa unik dan aroma yang khas. Di antaranya kopi Temanggung,  kopi Muria, dan kopi Wonosobo.  Ia yakin  cita rasa kopi Jawa Tengah akan memikat hati warga Rumania dan Moldova.

“Kopi di sini banyak sekali variannya, baik arabika maupun robusta. Selain itu, di sini memang gudangnya herbal,” katanya.  (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here