BERBAGI
Pengunjung sedang menikmati wisata di kawasan hutan pinus Krangilan, Kabupaten Magelang, Ist/Serat.id

Tak hanya menyuguhkan panorama alam pegunungan, tapi juga banyak spot yang menawarkan pemandangan nan jelita untuk diabadikan dalam momen keceriaan

Serat.id – Rimbunan pohon pinus yang membentang di punggung gunung Merbabu itu menawarkan suanasa segar, kawasan alam hutan itu sangat elok oleh deretan pinus yang tumbuh menjulang tegak membelah jalan hutan Pinusan Kragilan.

Hutan pinus di Dusun Kragilan, Desa Pogalan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang tidak hanya menyuguhkan panorama alam pegunungan. Tapi juga banyak spot yang menawarkan pemandangan nan jelita untuk diabadikan dalam momen keceriaan bersama kerabat, keluarga, teman, maupun orang-orang terdekat.

“Pengunjung tak hanya menikmati hijaunya alam pegunungan, namun juga bisa menjajal beberapa wahana yang kami dikelola,” kata Tio, seorang pengelola ayunan pelangi di Pinusan Tragilan.

Baca juga : Vihara Buddhagaya, Tempat Berdoa Sekaligus Wisata

Mengintip Kereta Penghubung Daerah Wisata di Jateng

Tercatat ayunan pelangi yang tersusun di antara batang pinus, jembatan kayu yang membentang di tengah hutan, atau berswafoto di puluhan spot unik yang siap membawa pengunjung serasa melayang di angkasa.

Masuk ke Pinusan Tragilan tak memerlukan uang mahal, pengunjung dikenai tiket Rp 10 ribu per orang. Untuk menikmati sensasi ayunan kain warna-warni yang tersusun di batang pinus dengan ketinggian mulai satu meter hingga 10 meter, pengunjung hanya membayar Rp 5 ribu per orang.

“Termasuk spot berswafoto di atas ketinggian masing-masing dikenakan Rp 5 ribu per orang untuk setiap spot,” kata Tio menjelaskan.

Menurut dia, gaya duduk santai di atas sepasang kursi yang didesain di atas ketinggian, juga  naik ayunan berhias bunga aneka warna. Di situ juga ada ayunan bersayap bak peri jelita, atau naik sepeda gantung dengan latar belakang hamparan pohon pinus yang akan membuat pengunjung seolah berekreasi di atas awan.

Bukan cuma digandrungi wisatawan yang hobi swafoto atau sekadar menikmati sejuknya udara hutan pinus, kawasan wisata yang dibuka sejak 2014 ini, juga menjadi lokasi favorit pasangan yang akan menikah.

Tio menyebutkan tidak sedikit muda-mudi foto berdua menjelang naik pelaminan atau prewedding. Suasana yang romantis dan pemandangan yang eksotis menjadi alasan sebagai lokasi prewedding.

Selain prewedding, berswafoto di tengah barisan pohon pinus dengan pucuk-pucuknya yang semampai tertiup angin juga menjadi gaya foto yang banyak diminati pengunjung. Barisan pinus menjulang di sisi kanan-kiri jalan desa yang berbatu dan menanjak memberikan hasil bidikan kamera yang menakjubkan.

Sensasi foto di tengah hutan pinus di Eropa

Salah seorang pengunjung, Niken 25 tahun, mengaku sangat terkesan dengan suasana dan spot selfie yang ada di Pinusan Kragilan. Gadis asal Kota Semarang itu sengaja datang rombongan ke Kragilan bersama teman satu kantornya untuk naik ayunan pelangi dan berswafoto di beberapa spot selfie di atas ketinggian dengan latar belakang rerimbunan daun pinus.

“Awalnya saya takut naik ayunan pelangi, tetapi setelah berada di atas bersama teman-teman ternyata sangat seru dan menyenangkan. Suasana dan pemandangannya juga asyik dan sejuk,” kata Niken.

Seorang pengunjung sedang menikmati wisata di kawasan hutan pinus Krangilan, Kabupaten Magelang, Ist/Serat.id

Hampir setiap hari kawasan Top Selfie Pinusan Kragilan ramai dikunjungi wisatawan lokal dari berbagai daerah. Terutama saat akhir pekan atau musim liburan sekolah, tidak sedikit pengunjung yang datang rombongan maupun perorangan. 

“Tempat ini selalu ramai pengunjung. Saya menjaga ayunan pelangi ini sejak Pinusan Tragilan dibuka pada 2014 lalu,” kata Tio.

Baca juga : Mari Berkunjung ke Nongkosawit, Desa Wisata Ramah Burung

Pengunjung yang datang, terutama anak-anak muda dan ibu-ibu biasanya penasaran dengan ayunan bertingka ini, kemudian naik dan foto ramai-ramai. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here