BERBAGI
Sejumlah kambing di tempat penjualan hewan kurban jalan Jolotundo sekitaran Masjid Agung Jawa Tengah. Dok/serat.id
.

Serat.id – Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Semarang menjamin hewan kurban yang beredar di wilayah kerjanya bebas penyakit Antrax. Jaminan itu terkait kebijakan pemeriksaan kesehatan dan kelayakan jual sebelum hewan kurban di jual.

“Tiga bulan sebelum hewan dipotong (itu diberikan vaksin). Hewan kita kebanyakan datang dari Purwodadi, Pati, Blora, Rembang itukan tidak ada anthrax disana. Jadi kita tidak akan memvaksin paling kita minta Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH),” ujar Dokter Hewan Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Semarang, Yuli  Tri Astuti , Selasa, 6 Agustus 2019

Yuli menyatakan pemeriksaan kesehatan dan kelayakan hewan kurban sangat perlu dilakukan, sebelum dijual. Langkah itu sebagai upaya tidak menularkan penyakit saat dikonsumsi.

“Untuk mencegah menularnya penyakit perlu dilakukan pemeriksaan kesehatan hewan qurban,” kata Yuli menambahkan

Saati ini Dinas Pertanian dan Kesehatan Kota Semarang  telah menurunkan 60 tim medis yang tersebar di 16 Kecamatan untuk memeriksa kelayakan dan kesehatan hewan kurban yang akan dijual. Sedangkan tahun lalu ada 343 titik pedagang hewan kurban. “Sedangkan tahun ini masih proses pendataan,” katanya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here