BERBAGI
25 tahun Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia. dok AJI Indo

Tulisan dari RR Agustine dinilai membuka tabir tentang kehidupan yang belum pernah diketahui publik.

Serat.id – RR Sri Agustine menjadi perempuan peraih penghargaan SK Trimurti yang diberikan oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia. Penghargaan prestisus itu sengaja diberikan pada 7 Agustus 2019 bertepataan resepsi hari jadi ke-25 AJI Indonesia.

“Perayaan HUT AJI  ini juga disertai dengan pemberian penghargaan untuk mengapresiasi mereka yang selama ini berjuang di bidangnya, termasuk dengan menegakkan kebebasan pers. Salah satu penghargaan yang diberikan adalah SK Trimurti,” kata ketua AJI Indonesia, Abdul Manan, di sela  acara malam resepsi ulang tahun organisasinya.

Tulisan terkait : Menjaga Nyala Api Anak Kandung Reformasi

AJI Desak Pencabutan Pembatasan Akses Media Sosial

Remisi Terpidana Otak Pembunuh Jurnalis, AJI Indonesia : Melukai Rasa Keadilan

Manan menyebut RR Sri Agustine dianggap layak mendapatkan penghargaan ini karena beberapa hal,  termasuk menggunakan karya tulis dan sejumlah buku sebagai media perjuangan dan pemenang termasuk anggota kelompok yang selama ini mendapat stigma sehingga sangat terbatas ruangnya untuk berekspresi.

“Yang menarik dari RR Agustine adalah karya tulisan yang dikeluarkan bukan tulisan biasa, tetapi berbau ilmiah dan akademik dengan isu orientasi seksual yang selama ini sering dipersekusi,” kata Manan menambahkan.

Tulisan dari RR Agustine dinilai membuka tabir tentang kehidupan yang belum pernah diketahui publik. Sehingga karya tulisan tersebut merupakan harta tak ternilai untuk isu keberagaman dan kelompok minoritas.

Salah satu juri SK Trimurti, Azriana, menilai RR Agustine mempunyai kepedulian untuk menjelaskan salah satu dari persoalan yang selama ini ditabukan oleh masyarakat, meskipun tidak mudah dan lebih banyak berjuang dalam hening.

“Perjuangan Sri Agustine sangat rentan sehingga sulit terekspos secara luas sehingga penghargaan ini bisa menjadi ruang apresiasi terhadap apa yang sedang diperjuangkan,” kata Azriana.

Penghargaan SK Trimurti mulai diberikan setiap tahun sejak 2008 lalu. Penghargaan ini dalam upaya mengenang dan menghormati perjuangan seorang perempuan pahlawan nasional, sekaligus jurnalis perempuan bangsa ini yakni Soerastri Karma Trimurti.

Penjaringan calon nomine penghargaan SK Trimurti dilakukan secara terbuka, dengan menerima masukan dari masyarakat, jurnalis dan para aktivis.

Para juri SK Trimurti kali ini terdiri dari Azriana (Komisioner Komnas Perempuan), Bonnie Triyana (Aktivis, Sejarahwan, Pendiri Majalah Historia) dan Nani Afrida ( AJI Indonesia) dan disaksikan oleh Pengurus AJI Jakarta Yosephine Adriana Widia P.

Pihak juri sudah menyeleksi 20 nominasi dari seluruh Indonesia dengan kriteria termasuk apakah kandidat menyuarakan suara yang selama ini tak terwakili, apakah perjuangannya akan terus berlanjut, dapat menginspirasi masyarakat, dan yang tak kalah penting nomine melakukan perjuangan juga melalui tulisan dan media. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here