BERBAGI
Komisioner Bawaslu Jateng saat jumpa pers, Selasa 13 Agustus 2019, Tamam/serat.id

Waspadai politik dinasti di Pilkada 2020

Serat.id – Badan pengawas pemilihan umum (Bawaslu) Jawa Tengah mewaspadai kemungkinan calon Wali Kota dan Bupati petahana dari masing-masing daerah yang menggelar Pilkada 2020 mendatang. Saat ini badan pengawas pemilihan umum sedang persiapan menghadapi pemilihan serentak di Jawa Tengah 2020 mendatang.

“Besok memang banyak petahana yang akan maju, sebenarnya yang diwaspadai Bawaslu bukan hanya secara spesifik dan fisik dia petahana, ada strategi baru nampaknya yang dimainkan peserta Pemilu itu,” kata Koordinator Divisi Pengawasan, Bawaslu Jawa Tengah, Anik Sholihatun, 13 Agustus 2019.

Menurut Anik, meski secara fisik sudah bukan petahana, tapi kemudian yang maju adalah putra mahkotanya masih kerabat dekat. Seperti istri, anak, saudara, atau bisa disebut dengan dinasti yang nanti akan menjadi fokus pengawasan Bawaslu.

“Kalau dari sisi kriteria yang menjadi fokus pengawasan Bawaslu selain petahana yang kira-kira bentuk kekerabatan yang disiapkan itu adalah keturunan ke atas ke bawah dan ke samping itu yang paling dekat,” kata Anik menambahkan.

Pengawasan sejumlah daerah yang menggelar Pilkada di Jawa Tengah kemungkinan akan diperlakuan sama antara daerah satu dengan daerah yang lainnya. Hal itu mengacu indikasi yang bisa menentukan rawan dan tidaknya dari indeks skore kerawanan Pemilu yang sebelumnya analisa melalui riset.

Koordinator Divisi Humas dan Hubungan Antar Lembaga, Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, Rofiudin menyatakan agar Bawaslu di daerah kuat dalam persiapan pengawasan Pilkada 2020. “Kami ingin Bawaslu Kabupaten Kota diperkuat, karena semisal tanpa pengawasan yang kuat, tentu akan mengkhawatirkan,” kata Rofiudin.

Menurut dia, Bawaslu memahami Pilkada menjadi ajang kontestasi atau kompetisi untuk memperebutkan kekuasaan. Hal itu rawan ada pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan momentum Pilkada dengan cara-cara yang tidak baik atau melanggar hukum.

“Tentu ini akan membahayakan demokrasi negeri,”  kata Rofiudin menjelaskan.

Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat maupun penyelenggara Pilkada untuk berperilaku jujur, agar proses demokrasi kita berjalan bersih. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here