BERBAGI
Sejumlah anak asuh lokalisasi Argorejo atau Sunan Kuning saat pendataan ulang di gedung Rehabilitasi setempat, Kamis 15 Agustus 2019. Ody/serat.id

Belum ada kecocokan antara data pengelola dengan dinas sosial

Serat.id – Rencana Pemerintah Kota Semarang untuk menutup Lokalisasi Argorejo atau Sunan Kuning di Kelurahan Kalibanteng Kulon Kota Semarang, mundur dari rencana awal. Pantauan di lokasi pada Kamis 15 Agustus 2019 siang, menunjukan pemerintah Kota Semarang bersama pengelola Argorejo masih proses mendata seluruh anak asuh atau pekerja seks komersial.

“Sampai sekarang ini belum cocok antara data kami sebagai pengelola dengan dinas sosial, makanya hari ini dikumpulkan sehingga diharapkan adanya kecocokan,” kata Ketua Pengelola Sunan Kuning, Suwandi.

Berita terkait : Penghuni Lokalisasi Sunan Kuning Tolak Penutupan

Suwandi menyatakan kehadiran anak asuh yang dikumpulkan untuk mengsingkronkan atau mencocokkan data antara pengelola Argorejo dan Dinas Sosial. Hal itu menjadi alasan penyebab mundurnya penutupan lokalisasi yang seharusnya dilakukan pada pertengahan bulan ini.

“Sejak mulai tahun 2017 semua anak asuh berjumlah 476. Kemudian kami data terus hingga sampai sekarang berjumlah 455 anak asuh. Sedangkan data dari dinas sosial berjumlah 357 anak asuh,” kata Suwandi menambahkan.

Belum singkronnya data penghuni itu menimbulkan tali asih yang diberikan dari Kementerian sosial dan dinas sosial belum dicairkan.

Seorang penghuni kawasan Sunan Kuning, sebut saja Wulan, 30 tahun mengatakan keberatan jika meninggalkan lokalisasi Sunan Kuning. Ia mengaku di tempat menjadi satu-satunya mata pencaharian untuk mencukupi kebutuhan.

“Anak saya masih sekolah, kalau tempat ini ditutup, kami mau bekerja dimana lagi,” ujar Wulan. Ia juga menyayangkan besaran pemberian tali asih sebesar Rp10 juta, jika benar-benar ditutup. Wulan menyebut nilai uang tali asih biasa ia dapatkan dalam waktu sebelan kerja. “Bagi kami itu nilainya sangat kecil. Sebulan saja kami rata-rata bisa mendapatkan uang segitu,” kata Wulan yang sudah lima tahun bekerja di kawasan tersebut. (*) ODY
Odi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here