BERBAGI
Para karyawan BRT Trans Semarang dengan menggunakan kostum perjuangan membantu menurunkan beberapa penumpang yang hendak turun di Halte Simpanglima Semarang, Jumat, (16/8/2019. Ody/serat.id

BRT juga memberikan layanan diskon kepada pengguna jasa yang naik BRT tepat pada 17 Agustus sebagai kemerdekaan

Serat.id – Karayawan Bus Rapid Transit (BRT) Semarang kenakan kostum perjuangandalam rangka menyambut hari kemerdekaan Republik Indonesia ke 74 Tahun. Pantauan serat.id di lokasi, Jumat 16 Agustus 2019, karyawan yang rata-rata para pemuda tersebut secara serentak menggunakan kostum lengkap bertema perjuangan saat melayani para penumpang.

Mereka memakai kostum tentara Indonesia, kebaya, loreng-loreng, tentara Jepang, pramuka hingga dilengkapi ikat kepala merah putih. Kostum tersebut dipakai baik para sopir, kondektur, petugas tiketing, operator sekaligus petugas armada halte dan lainnya

“Sekitar 800 karyawan kami mengunakan kostum bertema perjuangan selama tiga hari, mulai hari ini,” kata Kepala BLU UPTD Trans Kota Semarang, Ade Bhakti Ariawan, Jumat 16 Agustus 2019.

Baca juga : BRT Trans Semarang Beralih Gunakan Bahan Bakar Gas

Dirjen Perhubungan Ancam Tarik Bus Bantuan di Daerah

Menurut dia, pemakaian pakaian perjuangan tersebut dilombakan khusus bagi karywan BLU Trans Semarang, selain itu guna memberikan semangat motivasi para pemuda dalam memperingati hari kemerdekaan.

“Saya beri kebebasan mereka menggunakan berbagai kostum. Nanti dilombakan, kostum yang paling meriah dan unik akan dipilih sebagai pemenang,” kata Ade menambahkan.

Ada tiga nominasi yang dipilih dengan komposisi tiga karyawan pria dan tiga karyawan wanita. Dia mempersiapkan hadiah sebagai bentuk apresiasi dan motivasi mereka agar turut memeriahkan kemerdekaan.

Suasana kemerdekaan juga dirasakkan dalam kabin yang digaungkan lagu-lagu nasional selama bulan Agustus, kebijakan itu untuk meningkatkan rasa nasionalisme masyarakat Kota Semarang. “Jadi tidak ada lagu selain lagu bertema kemerdekaan yang diputar di dalam semua bus BRT,” kata Ade menjelaskan

BRT juga memberikan layanan diskon kepada pengguna jasa yang naik BRT tepat pada 17 Agustus sebagai kemerdekaan. Pengguna jasa hanya dikenakan ongkos Rp 74  rupiah jika mereka membayar melalui transaksi non tunai.

Seorang penumpang BRT, Tukimin mengapresiasi inisiatif para petugas yang telah mengenakan berbagai kostum perjuangan. Menurut dia keijakan BRT itu mengingatkan para anak muda agar mengetahui perjuangan para penjajah.

“Bagus. Ini bisa memotivasi serta menginggat anak-anak muda untuk terus berjuang,”  kata laki-laki yang tinggal di Kelurahan Tandang Kota Semarang, saat turun di Halte Simpanglima Semarang. (*) ODY

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here